Sebut Batam Miniatur Indonesia, Menko AHY Rayakan Malam Puncak Imlek 2026 di Nagoya

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

bogortraffic.com, BATAM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menghadiri Malam Puncak Tahun Baru Imlek 2026/2577 di kawasan Nagoya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu malam (16/2/2026).

Menko AHY menyampaikan rasa bahagia dapat merayakan Imlek bersama masyarakat Tionghoa di Batam.

Bacaan Lainnya

Ia menilai perayaan ini merupakan wujud nyata persatuan Indonesia yang hidup dalam semangat toleransi yang tinggi.

“Kami tentunya terus bersuka cita karena ini merupakan sebuah ekspresi yang begitu hangat. Imlek kini dirayakan di seluruh Indonesia karena kita satu kesatuan. Semangat malam hari ini menunjukkan kita bisa rukun, bersatu dalam harmoni dan toleransi walaupun Indonesia adalah negara yang sangat besar, majemuk, dan beragam,” ujar Menko AHY.

Menko AHY menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan telah membumi dalam kehidupan masyarakat Batam yang multikultural.

Menurutnya, Batam adalah contoh kota yang damai meski memiliki keberagaman yang sangat kompleks.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar jargon, melainkan benar-benar membumi, terutama di Batam yang terkenal sebagai kota damai, multikultural, dan terus menghadirkan kemajuan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menaruh harapan besar pada Tahun Baru Imlek 2577 yang merupakan Tahun Kuda Api.

Momentum ini diharapkan membawa energi dan keberanian untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur bangsa.

Menko AHY menjelaskan bahwa Batam memiliki peran strategis sebagai gerbang ekonomi Indonesia di Asia Tenggara.

Ia mendorong penguatan industri dengan skema Free Trade Zone (FTZ) serta pentingnya nilai tambah melalui hilirisasi.

“Industrinya harus terus diperkuat. Hilirisasi menjadi bagian penting, kita tidak bisa hanya mengekspor sumber daya alam, tetapi harus memiliki nilai tambah. Industri yang semakin maju juga perlu menggunakan teknologi terkini sekaligus menyerap tenaga kerja kita,” jelasnya.

Sinergi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Hadir dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan dukungannya terhadap koordinasi pengembangan wilayah yang dilakukan Menko Infrastruktur.

Ia melaporkan bahwa situasi di kawasan seperti Rempang kini semakin kondusif bagi investasi.

Sebagai langkah nyata penguatan ekonomi warga, pemerintah telah menyalurkan 16 kapal nelayan agar relokasi masyarakat tetap disertai dengan kepastian mata pencaharian.

“Saat ini ada 16 kapal nelayan yang sudah kami berikan kepada masyarakat. Harapannya, mereka tidak hanya pindah ke tempat baru, tetapi juga memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan,” pungkas Menteri Iftitah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan