Sasar Ekosistem Danantara, Menko AHY Genjot Pengembangan Kawasan Industri Danareksa

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bergerak cepat memperkuat ekosistem manufaktur nasional.

bogortraffic.com, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bergerak cepat memperkuat ekosistem manufaktur nasional.

Menko AHY menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat pengembangan kawasan industri Danareksa agar terintegrasi penuh dengan infrastruktur logistik makro.

Bacaan Lainnya

Langkah ini ditekankan saat AHY menerima audiensi jajaran direksi PT Danareksa (Persero) di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pertemuan strategis tersebut sekaligus menandai babak baru transformasi Danareksa yang kini resmi beroperasi di bawah payung superholding Danantara.

“Kami mengucapkan selamat atas amanah baru jajaran Danareksa dalam ekosistem Danantara. Kami siap mendukung penuh di lapangan agar kawasan-kawasan industri kita semakin berkembang, memiliki daya saing global, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujar Menko AHY.

Menko AHY menggarisbawahi bahwa kepastian hukum atas tanah merupakan fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar jika ingin menarik minat investor kakap. Kemenko Infrastruktur yang membawahi Kementerian ATR/BPN, Kementerian PU, Kemenhub, Kemenperumahan, dan Kementrans akan mengawal ketat tata ruang zonasi ini.

Ada tiga poin krusial yang diinstruksikan oleh Menko AHY kepada manajemen Danareksa:

  • Status Lahan: Kawasan industri baru wajib berstatus clean and clear sejak hulu untuk mencegah tumpang tindih ruang dan konflik agraria di kemudian hari.

  • Infrastruktur Hijau: Mendorong konektivitas logistik multimoda yang efisien, termasuk pengembangan pelabuhan ramah lingkungan (green port).

  • Kebijakan Satu Tata Ruang: Memastikan pabrik-pabrik baru tidak tumbuh sebagai enklave ekonomi eksklusif, melainkan menyatu dengan tata ruang pemda dan mempekerjakan masyarakat lokal.

Inovasi menarik yang dilemparkan AHY dalam pertemuan tersebut adalah rencana strategis untuk mengawinkan klaster industri dengan program revitalisasi kawasan transmigrasi di luar Pulau Jawa.

Skema ini dinilai menjadi solusi cerdas untuk memecahkan masalah kelangkaan lahan industri sekaligus mempercepat pemerataan ekonomi nasional.

“Kawasan transmigrasi memiliki cadangan lahan yang sangat luas dan suplai sumber daya manusia, sementara sektor industri membutuhkan ruang ekspansi. Jika dipadukan, akan lahir pusat pertumbuhan ekonomi baru. Contoh suksesnya sudah terlihat pada pengembangan industri gula modern di kawasan transmigrasi Melolo, Sumba,” pungkas AHY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan