Pangkas Biaya Logistik Ekspor, Kementerian PU Perbaiki Jalan Tanjung Serdang-Lontar Kotabaru

Kementerian PU perbaiki Jalan Tanjung Serdang Lontar

bogortraffic.com, BOGOR- Sektor hulu perekonomian di pesisir Kalimantan Selatan mendapat suntikan intervensi infrastruktur masif.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi merampungkan proyek peningkatan konektivitas di mana Kementerian PU perbaiki Jalan Tanjung Serdang Lontar di Kabupaten Kotabaru melalui skema Program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Bacaan Lainnya

​Langkah penanganan jalur logistik vital ini ditujukan untuk memotong rantai biaya angkut komoditas ekspor daerah sekaligus mempercepat akses masyarakat menuju simpul transportasi makro.

​”Lewat Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan dan komoditas strategis berjalan lancar dari hulu ke hilir. Dampak nyatanya adalah waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo.

​Ruas Jalan Tanjung Serdang–Lontar merupakan urat nadi perekonomian bagi warga Desa Tanjung Lalak Utara untuk mengapalkan komoditas ekspor unggulan berupa kayu arang menuju pelabuhan internasional.

​Selain menyokong sektor industri perkebunan, pertambangan, dan sentra perikanan di Pulau Laut, jalan sepanjang 4,50 kilometer ini menjadi akses utama yang menghubungkan lima kecamatan (Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Tanjung Selayar, Pulau Laut Barat, dan Pulau Laut Tengah) menuju Ibu Kota Kabupaten Kotabaru. Jalur ini terhubung langsung dengan simpul transportasi strategis seperti:

  • ​Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Serdang (ASDP).
  • ​Pelabuhan dan Bandara PT Indonesia Bulk Terminal.
  • ​Bandara Gusti Syamsir Alam.

​Proyek infrastruktur ini didanai oleh APBN melalui skema Inpres Nomor 11 Tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp23,74 miliar.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menerapkan teknologi pengaspalan modern menggunakan Lataston Lapis Aus (HRS-WC) selebar 6 meter.

​Karakteristik aspal HRS-WC dipilih karena sifatnya yang kedap air serta memiliki daya tahan tinggi terhadap gesekan kendaraan bermuatan berat (overload) dan cuaca ekstrem pesisir.

​Selain menguntungkan sektor niaga, mulusnya akses jalan ini otomatis memicu kebangkitan sektor pariwisata bahari Kotabaru, seperti rute menuju Pantai Teluk Tamiang, Teluk Kemuning, hingga Pantai Teluk Aru yang menjadi lokasi sport tourism tahunan Katir Race.

Kesuksesan proyek ini merupakan hasil sinergi dengan Pemkab Kotabaru yang menyediakan lahan clean and clear serta dokumen Detail Engineering Design (DED).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan