bogortraffic.com, BANDUNG— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas menuntaskan proyek infrastruktur strategis nasional di sektor pendidikan.
Kementerian PU tengah mempercepat penyelesaian proyek Kementerian PU bangun Sekolah Rakyat Bandung (SR Provinsi Jawa Barat II) di kawasan dataran tinggi Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Megaproyek senilai Rp264,7 miliar ini dirancang dengan fasilitas berstandar internasional sebagai bagian dari investasi hulu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
”Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun SDM yang kompetitif. Kementerian PU ingin memastikan seluruh fasilitas pendidikan makro ini dibangun secara cepat, presisi, dan berkualitas agar dapat segera digunakan masyarakat,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jabar, Tomi Hendratno, memaparkan bahwa progres fisik pembangunan kompleks SR Kabupaten Bandung saat ini telah menyentuh angka 84,8 persen.
Berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan 26.876,43 meter persegi, kompleks ini didesain adaptif terhadap curah hujan tinggi melalui infrastruktur drainase modern.
Kementerian PU membangun tiga unit kolam retensi di dalam area site untuk menampung limpahan air hulu agar tidak memicu banjir di pemukiman warga sekitar:
Kolam 1: Luas 620 meter persegi, kapasitas tampung hingga 1.550 meter kubik.
Kolam 2: Luas 710 meter persegi, kapasitas tampung hingga 1.775 meter kubik.
Kolam 3: Luas 240 meter persegi, kapasitas tampung hingga 600 meter kubik.
Selain tangguh bencana, lokasi sekolah dinilai sangat strategis karena hanya berjarak 10 menit dari Gerbang Tol Soreang dan berdekatan langsung dengan pusat pemerintahan daerah.
Guna mengejar target operasional menjelang bergulirnya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, manajemen konstruksi menerapkan sistem kerja nonstop melalui pembagian tiga shift pekerja dari pagi hingga subuh.
Inovasi teknologi juga disuntikkan pada pekerjaan finishing bangunan dengan mengganti metode plester-aci konvensional menggunakan sistem stick on wall bermaterial UPVC pada sejumlah dinding bangunan utama demi memangkas durasi proyek.
Kompleks terpadu ini nantinya akan mengintegrasikan gedung sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh ekosistem belajar diperkuat dengan fasilitas asrama putra-putri, rumah susun khusus guru, masjid, gedung serbaguna, dapur umum, kantin, hingga lapangan olahraga terpadu.





