bogortraffi.com, SLEMAN— PT Asuransi BRI Life (BRI Life) terus memperkuat pilar ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal. Berkolaborasi dengan BRI Research Institute (BRIRINS Institute), perusahaan sukses merampungkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan UMKM Sleman Tahap II di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, DIY.
Program intensif selama tiga bulan ini difokuskan pada peningkatan rantai nilai komoditas singkong agar bertransformasi menjadi produk olahan kreatif yang memiliki nilai jual tinggi di pasar modern.
“Bagi BRI Life, keberhasilan program CSR diukur dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri pasca-pendampingan selesai. Bersama BRIRINS Institute, kami tidak hanya memfasilitasi sarana produksi, tetapi juga membangun kapasitas tata kelola usaha terstruktur agar lahir UMKM yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Head of Corporate Secretary Division BRI Life, Ade Nasution, dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Salah satu hasil konkret dari pendampingan taktis terhadap Kelompok UMKM Monalisa ini adalah lahirnya produk kuliner baru: Pie Susu Kambing Mocaf.
Produk ini mengombinasikan tepung mocaf berbahan dasar singkong lokal dengan gurihnya pasokan susu kambing etawa khas Sleman.
Guna mempercepat digitalisasi dan modernisasi lini produksi hilir, BRI Life menyalurkan bantuan infrastruktur berupa:
Alat Produksi Modern: Pengadaan oven bertingkat berkapasitas besar dan meja kerja stainless steel standar higienis.
Digitalisasi Keuangan: Perangkat digital khusus pencatatan akuntansi usaha guna mempermudah kalkulasi laba-rugi.
Proteksi Jiwa: Sebanyak 30 anggota perajin diberikan jaminan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life.
Untuk memastikan kualitas bahan baku singkong tetap stabil sejak dari masa tanam, proyek ini turut melibatkan pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mengedukasi teknik mitigasi hama tanah.
Langkah komprehensif ini mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang.
Ia menilai skema tersebut berjalan linear dengan target pemerintah daerah dalam menaikkan kelas UMKM berbasis komoditas unggulan wilayah.
”Pendampingan ini mendongkrak kemampuan kelompok kami dalam mengelola manajemen modern, memanfaatkan teknologi finansial, hingga memperluas jangkauan pasar produk turunan mocaf,” pungkas Koordinator Rumah Produksi UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho.





