Kawal 3 Program Prioritas Pasar, Mendag Busan Pimpin Pelantikan Irjen Kemendag Komjen Helmy Santika

Mendag Busan memimpin langsung upacara pelantikan Irjen Kemendag Komjen Helmy Santika di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

bogortraffic.com, JAKARTA— Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan), menegaskan pentingnya akuntabilitas dan pengawasan internal hulu untuk mengamankan sektor perdagangan nasional.

Mendag Busan memimpin langsung upacara pelantikan Irjen Kemendag Komjen Helmy Santika di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Bacaan Lainnya

​Pelantikan jenderal bintang tiga kepolisian tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59/TPA Tahun 2026 demi memperkuat sistem asistensi hukum serta tertib administrasi di lingkungan kementerian.

Agenda ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri beserta jajaran eselon I dan II.

​“Kementerian Perdagangan mempunyai tiga program prioritas utama, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Gerakan Dari Lokal untuk Global. Seluruh program di Kemendag ini adalah mengenai pasar. Ketika berbicara pasar, seluruh unit eselon I wajib terlibat aktif, termasuk jajaran Inspektorat Jenderal,” ujar Mendag Busan.

​Mendag Busan menginstruksikan Komjen Helmy Santika selaku Inspektur Jenderal yang baru untuk proaktif memberikan bimbingan teknis regulasi kepada seluruh unit kerja eselon I.

​Langkah pengawasan internal di era baru ini tidak lagi sekadar berfokus pada penindakan kesalahan di hilir, melainkan menitikberatkan pada aspek mitigasi dini:

​Mitigasi Administrasi: Memastikan seluruh proyek strategis perdagangan berjalan linier dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

​Kelancaran Program: Menjamin tata kelola birokrasi yang bersih agar penyerapan anggaran dan target perluasan pasar ekspor berjalan lancar tanpa hambatan hukum.

​Kehadiran Komjen Helmy Santika di korps pengawas Kemendag diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai tantangan tata niaga, terutama dalam membentengi pasar domestik dari serbuan produk impor ilegal yang merugikan UMKM lokal.

​”Kami sangat berharap Inspektorat Jenderal bisa memberikan asistensi berkala agar semua unit kerja semakin tertib administrasi. Dengan begitu, implementasi tiga program prioritas Kemendag di lapangan dapat dipastikan berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat luas,” pungkas Mendag Busan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan