bogortraffic.com, LABUAN BAJO— Kolaborasi member InJourney Group yang terdiri dari PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah (Persero) kembali menggelar aksi nyata penguatan kompetensi di Nusa Tenggara Timur.
Kerja sama ini diwujudkan lewat pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) terintegrasi pada 10–12 Juni 2026.
Langkah ini dilakukan guna mempercepat peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan lokal lewat Program InJourney Hospitality House Labuan Bajo (IHH).
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program ini fokus membangun pilar hospitality, komunikasi taktis, serta pengelolaan wisata berkelanjutan.
“Kami berharap program IHH ini membawa dampak signifikan pada peningkatan kualitas pelayanan sektor pariwisata bagi kemajuan daerah Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ditetapkan Pemerintah RI,” urai Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/6/2026).
Program strategis ini dirancang komprehensif dengan melibatkan ekosistem pariwisata daerah, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pengelola homestay, pelaku ekonomi kreatif, hingga pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Direktur Human Capital Injourney Airport, Adi Nugroho, menyebut program ini krusial agar masyarakat setempat mampu menciptakan budaya pelayanan mandiri.
Senada, Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa keunikan budaya lokal merupakan aset utama dalam membangun daya saing global.
Sementara itu, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menggarisbawahi pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam ekosistem pariwisata modern.
“Destinasi hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila masyarakat di dalamnya memiliki kapasitas, kesempatan, dan peran yang kuat sebagai pelaku utama. Kami ingin membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong tumbuhnya kepemimpinan lokal,” kata Christine.
Guna menghasilkan luaran yang terukur, Corporate Communication ketiga anak usaha InJourney menjelaskan bahwa para peserta dibekali materi pelatihan yang telah disempurnakan, meliputi:
Pemetaan kebutuhan riil dan potensi zonasi wilayah.
Pelatihan mentalitas hospitality dan service excellence.
Workshop komunikasi pelayanan intensif serta taktik customer experience.
Pendampingan berkala di lapangan serta pembentukan local champion sebagai agen perubahan komunitas.
Melalui kurikulum yang terarah ini, Program InJourney Hospitality House Labuan Bajo diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi sesaat, melainkan mampu mencetak standar pelayanan kelas dunia yang berakar kuat pada kearifan lokal Nusantara.





