Cetak Operator Profesional dari “Zero to Hero”, PT PMLI Dampingi Pengembangan SDM di Timor Port

CIAWI – Timor Port kembali mempercayakan pengembangan kompetensi sumber daya manusianya kepada PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan skill para operator alat berat di terminal pelabuhan tersebut. Sejak tahun 2022 hingga kini, PMLI dipercaya untuk mendampingi para Operator Timor Port dalam pelatihan intensif dengan para trainer ahli dari PMLI untuk alat-alat berat di Terminal Pelabuhan seperti STS (Ship-to-Shore), RTG (Rubber-Tired Gantry) hingga Forklift. Fokus Khusus Penanganan Barang Berbahaya (DG) Pada akhir bulan Maret hingga April 2026, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Operator Forklift untuk calon operator Forklift khusus operator yang akan dedicated untuk menangani Dangerous Good (DG) di Timor Port. Sebanyak minimal 8 jam pelajaran per hari, setiap peserta diberikan pengetahuan terkait hingga praktik intensif bersama para trainer ahli PMLI yang telah tersertifikasi. Terdapat 15 orang peserta dari Timor Port yang belajar langsung menggunakan alat-alat yang nantinya akan digunakan bekerja setelah dinyatakan lulus sebagai operator Forklift. Tahapan Seleksi dan Sertifikasi Kemenaker Perjalanan para peserta sebelum menjadi seorang Operator Forklift tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati, mulai dari tahap asesmen, pelatihan, praktik, sampai dengan tahap akhir ujian penilaian. Melalui jasa learning (diklat dan sertifikasi) ini, PMLI telah memiliki modul-modul terupdate, salah satunya Equipment Training Modul dengan kurikulum silabus yang didesain khusus sebagai panduan kegiatan pelatihan alat-alat berat. Penting dicatat, lulusan Operator Forklift dari PMLI yang telah mendapat predikat “Lulus” bisa langsung bekerja karena mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) beserta sertifikat pengakuan dari Kemenaker. Testimoni Peserta: Dari "Zero to Hero" Dari hasil evaluasi kegiatan, para peserta menyampaikan bahwa mereka merasa puas dan senang mengikuti pelatihan ini. Teori dan praktik yang disampaikan oleh trainer dinilai sangat jelas. "Para trainer yang mendampingi mereka layaknya mentor yang dapat menjadi ruang berdiskusi teknis dengan kondisi riil di lapangan sehingga membuat mereka merasa dari 'Zero to Hero' ketika langsung bekerja," demikian poin yang disampaikan para peserta dalam hasil evaluasi tersebut. Hingga saat ini, pelaksanaan Equipment Training PMLI di Timor Port telah berhasil meluluskan lebih dari 30 orang operator yang langsung bekerja pascatraining.

bogortraffic.com, CIAWI – Timor Port kembali mempercayakan pengembangan kompetensi sumber daya manusianya kepada PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan skill para operator alat berat di terminal pelabuhan tersebut.

Sejak tahun 2022 hingga kini, PMLI dipercaya untuk mendampingi para Operator Timor Port dalam pelatihan intensif dengan para trainer ahli dari PMLI untuk alat-alat berat di Terminal Pelabuhan seperti STS (Ship-to-Shore), RTG (Rubber-Tired Gantry) hingga Forklift.

Bacaan Lainnya

Pada akhir bulan Maret hingga April 2026, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Operator Forklift untuk calon operator Forklift khusus operator yang akan dedicated untuk menangani Dangerous Good (DG) di Timor Port.

Sebanyak minimal 8 jam pelajaran per hari, setiap peserta diberikan pengetahuan terkait hingga praktik intensif bersama para trainer ahli PMLI yang telah tersertifikasi. Terdapat 15 orang peserta dari Timor Port yang belajar langsung menggunakan alat-alat yang nantinya akan digunakan bekerja setelah dinyatakan lulus sebagai operator Forklift.

Perjalanan para peserta sebelum menjadi seorang Operator Forklift tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati, mulai dari tahap asesmen, pelatihan, praktik, sampai dengan tahap akhir ujian penilaian.

Melalui jasa learning (diklat dan sertifikasi) ini, PMLI telah memiliki modul-modul terupdate, salah satunya Equipment Training Modul dengan kurikulum silabus yang didesain khusus sebagai panduan kegiatan pelatihan alat-alat berat.

Penting dicatat, lulusan Operator Forklift dari PMLI yang telah mendapat predikat “Lulus” bisa langsung bekerja karena mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) beserta sertifikat pengakuan dari Kemenaker.

Dari hasil evaluasi kegiatan, para peserta menyampaikan bahwa mereka merasa puas dan senang mengikuti pelatihan ini. Teori dan praktik yang disampaikan oleh trainer dinilai sangat jelas.

“Para trainer yang mendampingi mereka layaknya mentor yang dapat menjadi ruang berdiskusi teknis dengan kondisi riil di lapangan sehingga membuat mereka merasa dari ‘Zero to Hero’ ketika langsung bekerja,” demikian poin yang disampaikan para peserta dalam hasil evaluasi tersebut.

Hingga saat ini, pelaksanaan Equipment Training PMLI di Timor Port telah berhasil meluluskan lebih dari 30 orang operator yang langsung bekerja pascatraining.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan