Menteri Iftitah Sebut Sukses Transformasi Kawasan Transmigrasi Kementrans Ditentukan Kualitas Keluarga

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

bogortraffic.com, JAKARTA— Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa cetak biru transformasi kawasan transmigrasi Kementrans tidak boleh hanya bertumpu pada kemegahan fisik semata.

Keberhasilan pembangunan wilayah baru pada akhirnya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lahir dari fondasi keluarga yang kuat.

Bacaan Lainnya

​Pesan fundamental tersebut disampaikan Menteri Iftitah saat memimpin Apel Pegawai Kementerian Transmigrasi yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (29/6/2026).

​“Keluarga merupakan hulu pembangunan nasional. Kalau hulunya sudah rusak, akan sulit memperbaiki bagian hilirnya. Jika kita ingin kawasan transmigrasi benar-benar maju, kita tidak cukup hanya membangun jalan, pelabuhan, irigasi, atau kawasan industri. Kita juga harus membangun keluarga yang kuat, karena manusialah yang menentukan,” tegas Iftitah.

​Menteri Iftitah mengingatkan jajarannya agar bonus demografi nasional tidak berbalik menjadi beban akibat salah pengasuhan. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya peran aktif figur orang tua—terutama ayah—untuk hadir secara utuh bagi anak, bukan sekadar ada secara fisik di dalam rumah.

​Ia mengimbau seluruh pegawai Kementrans untuk meluangkan waktu berkualitas demi membangun dialog spiritual dan mental, khususnya bagi anak-anak yang telah menginjak usia di atas tujuh tahun.

​“Hadir jangan diartikan fisik saja, tetapi hatinya tidak berkoneksi, pikirannya tidak berkoneksi. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kehadiran kita, tetapi juga perhatian, keteladanan, dan waktu. Di situlah karakter dibangun,” tambahnya.

​Arah kebijakan pembangunan SDM ini berjalan selaras dengan percepatan penataan ruang wilayah urban baru yang sedang digodok Kementrans. Guna melahirkan kawasan ekonomi produktif sekaligus meningkatkan taraf hidup warga transmigran, kementerian tengah memacu lima program prioritas makro, yaitu: ​Trans Tuntas, ​Trans Lokal, ​Trans Patriot, Trans Karya Nusa dan ​Trans Gotong Royong.

​Menutup arahannya, Menteri Iftitah mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kementerian Transmigrasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri, produktivitas, serta tidak berhenti belajar agar mampu menjadi motor penggerak transformasi yang andal bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan