Manggala Agni Berjuang Padamkan Api di Dumai

Manggala Agni Berjuang Padamkan Api di Dumai.

bogortraffic.com, BOGOR – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diintensifkan. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini tengah berjibaku melakukan pemadaman di tiga wilayah strategis, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menerangkan bahwa di wilayah Kota Dumai, Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, POLRI, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menangani kebakaran di Kelurahan Mundam (2 hektar) dan Kelurahan Bagan Keladi (3,5 hektar).

Bacaan Lainnya

“Di Kabupaten Bengkalis, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama anggota TNI, POLRI, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), MPA dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA) saat ini sedang berjuang memadamkan Karhutla di Desa Sepahat-Kecamatan Bandar Laksamana dengan luas kebakaran sepuluh hektar,” lanjut Ferdian, Rabu (4/2/2026).

Bersamaan dengan itu, tim juga tengah bertarung melawan si jago merah yang melahap lahan di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Kendala Sumber Air dan Upaya Lokalisir Api

Proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat sumber air yang mulai mengering. Sebagai solusi cepat, tim mengupayakan pengerahan alat berat untuk memperdalam embung.

“Saat ini sedang diupayakan perbantuan alat berat untuk memperdalam embung sumber air,” ungkap Ferdian.

Ia menginstruksikan tim pemadam untuk segera memotong kepala api dan melokalisir area agar api tidak merembet luas, guna mencegah munculnya asap pekat yang berpotensi menjadi kabut asap lintas batas (transboundary haze).

Desakan Penetapan Status Siaga Darurat

Mengingat eskalasi titik api, Ferdian menyarankan agar pemerintah daerah di Riau segera mengambil langkah strategis terkait status kebencanaan.

“Untuk kewaspadaan dan mengoptimalkan pengerahan sumber daya, Pemerintah daerah di Riau perlu mempertimbangkan penetapan siaga darurat sebagaimana yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Sambas serta Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat yang saat ini juga sedang mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Ferdian.

Berdasarkan data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari website BMKG, tingkat kekeringan bahan bakaran di permukaan tanah di wilayah Riau diprediksi masih dalam kondisi kering hingga beberapa hari ke depan.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak untuk mencegah meluasnya karhutla.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan