bogortraffic.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tujuan utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah mengubah pola pikir masyarakat tentang gizi, bukan sekadar memberikan makanan kepada penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menjelaskan bahwa hak atas asupan bergizi harus dirasakan oleh seluruh anak Indonesia. Sebagai langkah nyata, pihaknya kini tengah menyiapkan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah, termasuk lokasi yang sulit dijangkau.
“Harus ditanamkan bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan makanan bergizi. Namun, dalam pelaksanaannya, karena melibatkan mitra, kita tidak bisa langsung memprioritaskan kelompok tertentu saja. Maka, saat ini, kami siap mengoperasionalkan sekitar 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil,” kata Sony Sonjaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Sony menanggapi perintah Presiden Prabowo Subianto agar MBG fokus diberikan kepada anak-anak yang kurang gizi. Ia menegaskan BGN telah mengingatkan seluruh mitra dan SPPG agar sebelum menyasar peserta didik, asupan gizi hendaknya terlebih dahulu menyasar kepada kelompok rentan.
“Yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” tambahnya menekankan urgensi penanganan pada periode emas pertumbuhan.
Sony mengemukakan bahwa perubahan pola pikir masyarakat tentang gizi kini sudah mulai terlihat secara masif di berbagai penjuru tanah air. Masyarakat kini lebih selektif dan perhatian terhadap komposisi makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka.
Setiap pagi, katanya, dari Aceh hingga Papua, dari desa sampai dengan metropolitan, masyarakat mulai memahami bahwa makanan untuk anak-anak harus bergizi seimbang.
“Harus lengkap karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Yang dulu hanya dipikirkan sebagian kecil orang, sekarang hampir seluruh masyarakat Indonesia memperhatikan apa yang dimakan anak-anaknya,” jelas Sony.
Selama satu tahun program MBG berjalan, Sony mencatat adanya keterlibatan langsung masyarakat yang efektif, bahkan percepatan dampak sangat terasa, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi di tingkat bawah.
“Anak-anak semakin banyak mendapatkan manfaatnya dan yang paling penting adalah tumbuhnya ekonomi lokal,” ucap Sony menutup penjelasannya.





