bogortraffic.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bertenaga pada pembukaan perdagangan tengah pekan.
Indeks domestik melesat 66 poin atau sekitar 1,07 persen dan langsung bertengger di level 6.321 pada sesi awal perdagangan Rabu pagi.
Kendati mengawali hari di zona hijau, laju indeks diproyeksikan akan menghadapi tekanan konsolidasi sepanjang sisa hari. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter global serta perubahan arah modal di bursa saham Amerika Serikat.
”IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas di range 6.230-6.260. Untuk area pergerakan hari ini, support IHSG berada di level 6.230-6.180, sementara resist IHSG di rentang 6.280-6.400,” ungkap Fanny dalam riset harian, Rabu (17/6/2026).
Performa bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi (mixed). Setelah sempat bergairah berkat kabar kesepakatan damai awal antara AS dan Iran, fokus para pelaku pasar kini beralih menyoroti langkah kebijakan dari sejumlah bank sentral utama.
Dua keputusan penting bank sentral regional yang memengaruhi psikologis pasar antara lain:
Bank of Japan (BoJ): Resmi menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin menjadi 1 persen pada Selasa (16/6). Langkah ini memicu penyesuaian portofolio, di mana indeks Nikkei 225 naik tipis 0,13 persen namun Topix terkoreksi 0,21 persen.
Reserve Bank of Australia (RBA): Memilih bersikap konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan mereka di level 4,35 persen.
Faktor eksternal lain yang melandasi proyeksi IHSG hari ini terkoreksi terbatas adalah terjadinya fenomena rotasi modal di Wall Street.
Indeks Dow Jones Industrial Average memang sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) dengan ditutup naik 0,64 persen.
Namun, penguatan tersebut dibayar mahal oleh kejatuhan sektor teknologi. Investor global terpantau berbondong-bondong keluar dari saham teknologi demi mengamankan posisi di sektor siklikal yang dinilai lebih diuntungkan oleh anjloknya harga minyak mentah dunia.
Akibat aksi ambil untung (profit taking) massal ini, indeks S&P 500 terkoreksi 0,57 persen dan Nasdaq melemah cukup dalam hingga 1,15 persen. Sejumlah raksasa produsen cip dan teknologi terpaksa parkir di zona merah, dipimpin oleh Advanced Micro Devices (AMD) yang ambles lebih dari 7 persen, Micron Technology rontok 6 persen, Broadcom turun 4 persen, serta Nvidia yang ikut melemah di atas 2 persen. Pergeseran likuiditas global inilah yang berpotensi menahan laju IHSG untuk bergerak lebih tinggi.





