Kemenhub Gelar Uji Petik Kapal Penumpang di Pelabuhan Merak

Sambut libur sekolah, Kemenhub gelar uji petik kapal Pelabuhan Merak guna pastikan 5 armada Ro-Ro laiklaut dan penuhi standar keselamatan.

bogortraffic.com, MERAK— Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan transportasi laut menjelang lonjakan penumpang musim libur sekolah.

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan inspeksi keselamatan (uji petik) armada kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada 10–12 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

​Uji petik ini mengusung prinsip tegas Zero Compromise for Safety untuk memastikan seluruh kapal penyeberangan berada dalam kondisi prima.

Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Marine Inspector dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten.

​Sebanyak lima kapal Ro-Ro yang melayani rute sibuk Merak–Bakauheni diperiksa secara menyeluruh, yakni:

  • ​KMP Shanaya
  • ​KMP Wira Berlian
  • ​KMP Caitlyn 7
  • ​KMP Royce I
  • ​KMP Legundi

​“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, Sabtu (13/6/2026).

​Pelaksanaan uji petik kapal Pelabuhan Merak kali ini menyasar berbagai aspek vital kelaiklautan, mulai dari validitas dokumen kapal dan kru, fungsionalitas alat keselamatan, keandalan radio komunikasi dan navigasi, kondisi mesin, hingga manajemen keselamatan di atas kapal.

​Dari hasil penyisiran di lapangan, tim inspeksi menemukan sejumlah catatan kekurangan yang bersifat minor pada beberapa kapal.

Operator kapal pun diwajibkan segera melakukan perbaikan fisik sebelum memasuki puncak arus libur sekolah.

​Aturan penegakan hukum ini mengacu pada Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.

​Samsuddin menambahkan, pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi laut selalu melonjak signifikan selama liburan anak sekolah.

Oleh karena itu, sinergi dan kepatuhan dari pihak operator kapal menjadi kunci krusial.

​“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan kesiapan seluruh unsur operasional, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan