IHSG dan Rupiah Hari Ini Melesat Kompak

IHSG.

bogortraffic.com, JAKARTA— Pasar keuangan domestik kian menunjukkan gairahnya menjelang akhir pekan. IHSG dan rupiah hari ini melesat secara kompak, dipicu oleh respons positif pelaku pasar atas kepastian dari pihak Istana untuk mempertahankan posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

​Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam 2,07 persen ke level 6.007,65.

Bacaan Lainnya

Nilai transaksi harian di bursa saham pun melonjak drastis hingga menembus angka Rp21,60 triliun, didominasi oleh 615 saham yang bergerak menguat.

​Setali tiga uang, nilai tukar rupiah juga berhasil menunjukkan taringnya terhadap mata uang asing.

Kurs Garuda ditutup menguat signifikan sebesar 128 poin (0,71 persen) ke level Rp17.860 per dolar AS, menjauh dari zona psikologis Rp18.000.

​Keputusan bertahannya Menkeu Purbaya dinilai menjadi jaminan krusial bagi kesinambungan arah kebijakan fiskal dan kepastian hukum di tanah air, yang secara otomatis memupus keraguan para pemodal mikro maupun makro.

​”Stabilitas di level kementerian memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek,” jelas Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, Jumat (12/6/2026).

​Meski pasar merespons positif dalam jangka pendek, Esther mengingatkan pemerintah untuk tidak cepat berpuas diri. Agar modal asing (capital inflow) tidak kembali keluar, Indonesia harus konsisten membenahi iklim investasi domestik melalui tujuh syarat mendasar berikut:

  1. Kepastian hukum yang mutlak bagi para pelaku bisnis.
  2. Prospek ekonomi pasar dalam negeri yang menjanjikan.
  3. Ketersediaan bahan baku industri yang memadai.
  4. Ekosistem usaha yang mendukung dan kondusif.
  5. Integrasi rantai pasok berskala global.
  6. Ketersediaan infrastruktur dasar yang baik (energi, listrik, air).
  7. Harmonisasi peraturan lintas instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

​Menurut Esther, jika ketujuh pilar fundamental ekonomi tersebut bisa dipenuhi dengan baik, aliran modal asing akan lebih berkelanjutan mengalir masuk ke pasar modal domestik sekaligus memperkokoh ketahanan nilai tukar rupiah ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan