bogortraffic.com, JAKARTA— Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu segera rebound atau berbalik menguat.
Purbaya menegaskan, keyakinan dalam prediksi IHSG Menkeu Purbaya tersebut didasari oleh kokohnya fundamental perekonomian domestik saat ini.
Pernyataan ini merespons kondisi pasar modal di mana IHSG pada Rabu sore (3/6/2026) ditutup merosot tajam hingga 254,36 poin (4,11 persen) ke posisi 5.941,07. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga anjlok 4,89 persen ke level 588,99.
”Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus. Jangan takut. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Meski bendahara negara ini enggan membidik target khusus untuk level indeks di akhir tahun, ia membeberkan sejumlah data rill yang menjamin bahwa gejolak pasar saham saat ini murni karena sentimen negatif jangka pendek:
Inflasi Terkendali: Realisasi inflasi per Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen (year on year/yoy). Angka ini dinilai aman karena masih masuk dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen \pm 1 persen.
Daya Beli Kuat: Permintaan domestik masih stabil. Tingginya aktivitas publik di berbagai daerah serta larisnya sektor tersier (hotel dan tempat hiburan) menjadi bukti daya beli masyarakat belum goyah.
Penerimaan Pajak Melejit: Hingga 30 April 2026, realisasi penerimaan pajak negara sukses menembus Rp646,3 triliun, atau tumbuh impresif sebesar 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp556,9 triliun).
Guna menenangkan iklim investasi, Menkeu Purbaya memastikan kementeriannya akan terus bersinergi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mengontrol sentimen pasar tetap kondusif ke depan.





