bogortraffic.com, JAKARTA— Pemerintah bergerak cepat mengamankan pembiayaan jangka panjang untuk mengejar target pembangunan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan sinergi taktis bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis Menko AHY.
Langkah ini dimatangkan usai Menko AHY menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Danantara, mulai dari CEO Rosan Roeslani, CIO Pandu Sjahrir, COO Dony Oskaria, hingga CTO Sigit Puji Santosa.
“Bagi kami di Kemenko Infra, Danantara Development Management Fund (DDMF) akan menjadi mitra strategis karena salah satu fokus utamanya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Menko AHY, dikutip Rabu (17/6/2026).
Tiga Mega Proyek Prioritas yang Siap Dieksekusi
Kolaborasi dengan superholding investasi ini akan diarahkan secara khusus untuk menyokong tiga klaster proyek berskala besar yang membutuhkan pendanaan berkelanjutan:
Pembangunan Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa): Proyek mendesak untuk memitigasi penurunan muka tanah dan banjir rob di pesisir utara, mulai dari Teluk Jakarta, Semarang, Kendal, hingga Demak.
Konektivitas Jalur Kereta Api: Revitalisasi dan reaktivasi jalur kereta eksisting, serta pembangunan jaringan rel baru di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi yang difokuskan untuk efisiensi logistik.
Program 3 Juta Rumah: Penguatan skema pendanaan kuat agar masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses hunian layak dan terjangkau secara masif.
Menko AHY menekankan bahwa seluruh pembangunan fisik ini dirancang bukan sekadar pemenuhan kebutuhan jangka pendek, melainkan komoditas investasi jangka panjang untuk mendongkrak daya saing ekonomi generasi mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY turut menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan manajemen Danantara yang sukses menghimpun pendanaan global senilai 1,5 miliar dolar AS lewat penerbitan obligasi internasional perdana mereka.
Capaian ini menjadi bukti valid tingginya rapor kepercayaan pasar modal global terhadap fundamental ekonomi Indonesia saat ini.
Masuknya likuiditas segar tersebut dipastikan bakal memperkuat modalitas dalam negeri tanpa harus membebani ruang fiskal murni APBN secara berlebih.
“Ini merupakan milestone penting dan menjadi bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel dan transparan, sehingga setiap investasi benar-benar memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional,” pungkas Menko AHY.





