SeaBank Indonesia Dorong Anak Muda Kelola Keuangan Cerdas di Era Transaksi Digital

SeaBank Indonesia mengajak generasi muda mengelola keuangan secara sadar di tengah gaya hidup digital, agar tetap stabil tanpa mengorbankan kebutuhan masa depan.

bogortraffic.com, JAKARTAGaya hidup serba digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak muda Indonesia.

Mulai dari ngopi sepulang kerja, langganan platform hiburan, hingga belanja daring dan transaksi harian melalui ponsel, semuanya berjalan seiring dengan pesatnya adopsi layanan keuangan digital.

Bacaan Lainnya

Di tengah arus transaksi yang semakin aktif, tantangan yang dihadapi generasi muda bukan lagi sekadar menahan konsumsi, melainkan bagaimana mengelola keuangan secara lebih sadar dan terencana.

“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekedar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani.

Secara nasional, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen.

Angka ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan.

Namun, peningkatan literasi tersebut perlu diimbangi dengan praktik pengelolaan keuangan yang konsisten, terutama di kalangan generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital.

Kemudahan transaksi digital memang memberikan fleksibilitas, tetapi juga berpotensi membuat perencanaan keuangan jangka menengah terabaikan.

Kebiasaan menggunakan satu rekening untuk berbagai kebutuhan dinilai menjadi salah satu tantangan utama. Tanpa pemisahan dana yang jelas, pengeluaran harian dapat menggerus kemampuan menabung.

“Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” lanjut Lindawati.

Menurutnya, tabungan digital dapat berfungsi sebagai pusat kendali transaksi harian, sementara simpanan berjangka seperti deposito membantu membangun disiplin finansial karena tidak mudah dicairkan secara spontan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren penggunaan bank digital di kalangan Gen Z dan Milenial. Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi alasan utama layanan ini semakin diminati.

Hal tersebut tercermin dari rata-rata transaksi harian di SeaBank yang mencapai lebih dari 10 juta transaksi per hari.

Deposito digital juga mulai dipandang sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan perencanaan masa depan.

“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” tutup Lindawati.

Di balik kemudahan layanan digital, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.

Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, gaya hidup modern tidak lagi menjadi ancaman bagi kondisi finansial.

Anak muda pun dapat tetap menikmati aktivitas sehari-hari sambil membangun fondasi keuangan yang lebih stabil untuk masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan