Adopsi Ekosistem Digital, GDPS Perkuat Standar Pengelolaan Tenaga Alih Daya Nasional

GDPS perkuat standar pengelolaan tenaga alih daya (TAD) nasional lewat ekosistem digital hulu-ke-hilir.

bogortraffic.com, JAKARTA— Langkah taktis guna mendongkrak efisiensi operasional korporasi di tengah era disrupsi pasar terus dipacu oleh lini bisnis aviasi.

PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) resmi mengumumkan komitmen jangka panjang di mana GDPSperkuat standar pengelolaan tenaga alih daya (TAD) nasional melalui akselerasi kompetensi SDM dan integrasi sistem digital.

Bacaan Lainnya

​Sebagai penyedia layanan Business Process Outsourcing (BPO) yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group, perusahaan kini telah memperluas portofolio bisnisnya ke berbagai sektor makro, mulai dari industri aviasi, energi, logistik, FMCG, hingga facility management.

​”Loyalitas dan keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin dari para mitra bisnis menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Fokus GDPS bukan sekadar menyediakan tenaga kerja siap pakai, tetapi memastikan seluruh draf proses pengelolaannya berjalan sesuai standar operasional yang ketat,” urai Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).

​Cornelis menjelaskan bahwa draf efisiensi biaya operasional para pelanggan dapat dicapai secara optimal berkat adanya dukungan pengembangan kompetensi SDM yang terukur.

​Dalam implementasi di lapangan, GDPS menerapkan draf ekosistem tata kelola tenaga kerja terpadu yang mencakup empat pilar utama:

  • Rekrutmen Terarah: Proses penyaringan calon karyawan yang kaku berbasis draf kompetensi spesifik industri.
  • Vokasi Berkelanjutan: Program pelatihan rutin untuk draf peningkatan keahlian (up-skilling) berkala di area kerja.
  • Pengawasan Digital: Pemanfaatan sistem monitoring digital secara real-time untuk draf pengawasan performa kerja yang lebih efektif dan efisien.

​Langkah modernisasi ini dinilai menjadi draf solusi mutlak untuk menjawab tantangan pemangkasan anggaran operasional yang kerap dihadapi perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

​Dengan rekam jejak pengelolaan yang kuat di berbagai sektor industri, GDPS optimistis pendekatan teknologi terintegrasi ini mampu draf melahirkan solusi BPO yang andal, adaptif, serta berkelanjutan dalam menjaga produktivitas mitra bisnis di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan