bogortraffic.com, JAKARTA – DBS Bank Ltd (Bank DBS) berhasil memperkuat posisinya sebagai mitra keuangan strategis global dengan mendukung Zhongce Rubber Group Co., Ltd., produsen ban terbesar di Tiongkok. Dukungan ini diwujudkan melalui fasilitasi pembiayaan sindikasi bertenor tiga tahun bagi anak usahanya di Indonesia, PT Matahari Tire Indonesia.
Sejalan dengan langkah tersebut, Bank DBS Indonesia juga menyediakan fasilitas pinjaman bilateral (bridge loan) dalam mata uang USD. Fasilitas ini dilengkapi dengan solusi pembiayaan serta lindung nilai melalui skema cross-currency swap guna menjawab kebutuhan pendanaan perusahaan secara menyeluruh, termasuk untuk pembangunan pabrik dan modal kerja di tanah air.
Fasilitas pembiayaan sindikasi ini memiliki nilai total yang sangat signifikan, yakni sebesar USD 100 juta dan RMB 1,05 miliar, dengan tambahan opsi greenshoe sebesar RMB 395 juta. Dana ini dialokasikan khusus untuk mendukung pembangunan basis manufaktur luar negeri kedua Zhongce Rubber di Indonesia, sebuah langkah strategis untuk memperdalam ekspansi global perusahaan.
Dalam transaksi ini, Bank DBS Tiongkok berperan sebagai Mandated Lead Arranger (MLA). Melalui model layanan terintegrasi “One Bank”, Bank DBS mengerahkan tim bisnis di Tiongkok, Singapura, dan Indonesia untuk memastikan eksekusi yang cepat mulai dari perancangan hingga pencairan dana.
Selain pembiayaan jangka panjang, Bank DBS Indonesia turut mengatur fasilitas pinjaman jangka pendek bilateral untuk memenuhi kebutuhan likuiditas klien. Melalui solusi manajemen treasury onshore yang dirancang khusus, Bank DBS membantu memitigasi risiko nilai tukar dan kompleksitas operasional akibat konversi multi-mata uang.
Head of Institutional Banking Group, PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara ini bagi iklim investasi nasional.
“Solusi terintegrasi lintas produk dan pasar ini tidak hanya mencerminkan kapabilitas Bank DBS Indonesia dalam pembiayaan dan investasi lintas negara, pengelolaan risiko pasar melalui pemanfaatan instrumen lindung nilai, tetapi juga menegaskan komitmen kami dalam mendukung arus investasi asing ke Indonesia. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, posisi strategis di kawasan Asia, serta ekosistem industri yang terus berkembang, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi global, khususnya di sektor manufaktur dan rantai nilai otomotif. Ke depan, kami akan terus memperdalam keahlian sektoral kami sebagai mitra tepercaya untuk membantu investor global membangun operasi yang berkelanjutan dan rantai pasok yang tangguh di Indonesia,” ucap Anthonius.
Senada dengan hal tersebut, Managing Director & Country Head, Global Financial Markets Bank DBS Indonesia, Puneet Punj, menyoroti peran inovasi keuangan dalam mendukung hubungan ekonomi Tiongkok-Indonesia.
“Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra tepercaya bagi nasabah dalam menavigasi berbagai dinamika dan ketidakpastian pasar. Komitmen ini diwujudkan melalui pemahaman yang mendalam terhadap bisnis nasabah, sehingga kami dapat merancang solusi manajemen risiko yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, didukung oleh kapabilitas eksekusi yang kuat. Dengan mengombinasikan pemahaman atas pasar keuangan Indonesia dan platform produk global Bank DBS, kami menghadirkan solusi keuangan yang inovatif bagi nasabah. Ke depan, kami akan terus mendukung pertumbuhan nasabah seiring meningkatnya kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia,” ucap Puneet.






