bogortraffic.com, JAKARTA – Indonesia terus memperkuat cengkeraman ekonomi di pasar global melalui penyelenggaraan Indonesia–China Investment Forum di China World Hotel, Beijing.
Forum strategis ini menjadi bagian dari misi dagang Indonesia untuk mendorong peningkatan investasi, memperluas akses pasar, serta memperkokoh kerja sama bilateral antara Jakarta dan Beijing.
Acara yang diinisiasi oleh ATTEC (Asian Trade, Tourism, and Economics Council) ini dibuka langsung oleh Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, didampingi Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, serta Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial bagi penguatan struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Forum ini memiliki arti strategis dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pelaku usaha harus mampu terintegrasi dalam global value chain serta adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi teknologi,” ujar Maman Abdurrahman.
Duta Besar Djauhari Oratmangun menilai forum ini sebagai ruang terbuka bagi para pelaku usaha kedua negara untuk menciptakan kemitraan yang berkelanjutan.
“Forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta memperkuat kemitraan yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan,” ungkap Djauhari Oratmangun.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah menekankan bahwa forum ini didesain sebagai jembatan untuk menghadirkan investasi nyata.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga jembatan untuk menghadirkan kerja sama nyata, baik dalam bentuk investasi, ekspansi pasar, maupun kemitraan industri yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok,” kata Budihardjo Iduansjah.
Sebagai langkah konkret, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ATTEC dan China International Council for the Promotion of Multinational Corporations. Kesepakatan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi investasi dan perdagangan yang lebih terstruktur.
Rangkaian misi dagang ini juga mencakup pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan institusi strategis di Tiongkok, di antaranya:
- Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT): Dihadiri Vice Minister Ke Jixin untuk kolaborasi sektor industri.
- Kementerian Perdagangan (MOFCOM): Dihadiri Vice Minister Yan Dong guna menggenjot perdagangan.
- FESCO: Penjajakan kerja sama pengembangan SDM.
- UnionPay & Sinomac: Eksplorasi di sektor sistem pembayaran dan pembiayaan industri.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan Asia.






