bogortraffic.com, JAKARTA – Setiap tanggal 14 Februari, Valentine identik dengan makan malam romantis, hadiah spesial, dan pengeluaran ekstra.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, biaya merayakan Valentine bagi pasangan urban bisa mencapai jutaan rupiah.
Namun, awal 2026 menandai pergeseran menarik; bagi sebagian pasangan muda, romantisme tak lagi berhenti pada selebrasi sesaat, melainkan diwujudkan dalam keputusan finansial jangka panjang.
Di tengah tren frugal living dan meningkatnya kesadaran akan masa depan, muncul fenomena Couple Frugal, yakni pasangan yang memilih mengalokasikan dana konsumtif ke aset bernilai, termasuk rumah pertama.
Pergeseran perilaku ini bertepatan dengan momentum pasar properti awal 2026 yang dinilai sangat strategis, didukung oleh suku bunga acuan Bank Indonesia yang bertahan di level rendah 4,75% serta fenomena harga properti yang masih “tertawan” di bawah laju inflasi.
Data internal Rumah123 menunjukkan bahwa pasar saat ini sangat akomodatif bagi pembeli rumah pertama (first-time buyers).
Pertumbuhan harga rumah sekunder tercatat hanya sebesar 0,7% secara year-on-year, jauh lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi umum yang mencapai 2,92%.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa secara riil, harga properti saat ini lebih terjangkau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kenaikannya belum mengejar lonjakan harga barang kebutuhan lainnya.
“Awal 2026 adalah fase yang cukup langka dan krusial. Harga properti masih relatif affordable karena pertumbuhannya tertinggal dari inflasi. Namun, konsumen juga perlu waspada terhadap sisi suplai,” ujar Marisa Jaya, Head of Research Rumah123.
Marisa menjelaskan bahwa stok rumah sekunder mengalami penyusutan signifikan. Data internal Rumah123 menunjukkan penurunan suplai rumah sekunder hingga 9,1% secara tahunan, mengindikasikan bahwa unit-unit dengan harga kompetitif tengah diserap pasar dengan cepat.
“Ini menciptakan situasi yang paradoksal: harga masih stabil, tapi pilihan unit semakin terbatas. Pasangan muda yang menunda keputusan berisiko kehilangan opsi terbaik, terutama di segmen rumah pertama,” tambahnya.
Sejalan dengan tren Couple Frugal, pergeseran perilaku finansial pasangan muda juga terlihat dari cara mereka memprioritaskan pengeluaran.
Mengacu pada estimasi biaya gaya hidup yang dilansir merdeka.com, biaya pacaran di Jakarta bisa mencapai Rp5 juta per bulan atau sekitar Rp60 juta per tahun.
Angka ini sejatinya cukup signifikan untuk dialihkan menjadi tabungan uang muka (Down Payment) rumah, khususnya di wilayah penyangga Jabodetabek.
Data internal Rumah123 memetakan tiga wilayah strategis yang menjadi incaran utama di Jabodetabek:
* Tangerang: Menjadi destinasi favorit dengan menguasai 13,9% dari total pencarian properti nasional. Likuiditas pasar yang tinggi menjadikan wilayah ini opsi teraman bagi pasangan yang mengutamakan stabilitas nilai aset.
* Bekasi: Mencatatkan kenaikan harga tahunan sebesar 2,4%, salah satu yang tertinggi di Jabodetabek. Wilayah ini cocok bagi pasangan dengan orientasi investasi jangka panjang.
* Bogor: Menjadi alternatif utama bagi pasangan dengan sensitivitas harga tinggi. Pada kuartal IV 2025, harga rumah di Bogor sempat mengalami koreksi antara -2,4% hingga -0,9%, menawarkan titik masuk harga (entry point) terendah.
Menurut Firman Pamungkas, VP of Marketing Rumah123, tren ini mencerminkan redefinisi makna romantis di kalangan generasi muda.
“Valentine tidak lagi diukur dari seberapa mahal hadiah yang diberikan, tapi dari seberapa cerdas pasangan membangun fondasi masa depan bersama. Kami melihat semakin banyak pasangan yang mengalihkan budget hiburan ke tabungan DP rumah, terutama saat bunga KPR berada di level akomodatif seperti sekarang. Bagi generasi ini, memiliki rumah sendiri adalah ultimate relationship goal,” jelas Firman.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Rumah123 menghadirkan laman kurasi khusus www.rumah123.com/tebusrumah, yang membantu pasangan muda menemukan hunian sesuai kemampuan finansial mereka di tengah menyusutnya suplai pasar.
Konsumen bisa menemukan dengan mudah pilihan properti harga miring, properti turun harga, hingga properti dengan harga di bawah NJOP.
Di era Couple Frugal, definisi cinta telah berevolusi. Bukan lagi tentang kado yang habis dalam semalam, melainkan keputusan berani memanfaatkan momentum pasar demi masa depan bersama.
Valentine 2026 menjadi pengingat bahwa romantisme sejati bukan soal selebrasi sesaat, tetapi komitmen jangka panjang—dan bagi banyak pasangan muda, komitmen itu kini bernama rumah pertama.





