IAI Dorong Penggunaan Baja dalam Konstruksi Infrastruktur Nasional

Pembangunan infrastruktur menggunakan kontruksi baja [by Gemeni AI]

bogortraffic.com, JAKARTA – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) secara konsisten mendorong penggunaan material baja sebagai solusi konstruksi yang lebih cepat, fleksibel, dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur nasional yang kian masif.

Ketua Umum IAI, Ar. Georgius Budi Yulianto (Bugar), bersama Juri Panelis ASEAN Steel Architectural Awards 2026, Ar. Firman Setia Herwanto, memaparkan transformasi material baja dari sekadar material industri konvensional menjadi pilihan strategis di era pembangunan modern.

Bacaan Lainnya

Bugar menjelaskan bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat, penggunaan baja merupakan respon logis untuk mencapai durabilitas tinggi dengan waktu konstruksi yang efisien.

“Smarter architecture memerlukan smarter architect. Di dunia yang bergerak cepat, kita harus memilih material yang reasonable dalam hal kecepatan konstruksi, kemudahan modularitas, dan juga yang paling penting mempunyai proses keberlanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan aspek resiliensi material ini bagi wilayah Indonesia yang memiliki risiko bencana tinggi.

“Dalam konteks Indonesia sebagai wilayah rawan bencana, baja menawarkan sistem konstruksi yang ringan namun kuat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Firman Setia Herwanto menggarisbawahi pentingnya inklusivitas inovasi.

IAI mendorong arsitek dari seluruh pelosok nusantara—mulai dari Sumatera hingga Papua—untuk mengeksplorasi teknik konstruksi baja yang tetap menjunjung kearifan lokal.

“Baja sangat mungkin dikembangkan menjadi berbagai teknik konstruksi yang berbeda-beda. Kami tidak ingin inovasi hanya terpusat di wilayah pulau Jawa. Keragaman pendekatan dari berbagai daerah justru akan menjadi nilai jual yang unik di kancah internasional,” jelas Firman.

IAI juga aktif mengedukasi publik dan praktisi melalui program Continuous Professional Development (CPD). Fokus utamanya adalah memastikan konsistensi kualitas material yang digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur.

Bugar mengingatkan agar pemilihan material tidak terjebak pada harga termurah dalam proses tender, melainkan pada nilai jangka panjang (durabilitas).

Sebagai bagian dari strategi global, IAI kini tengah melakukan proses kurasi karya-karya terbaik dari enam wilayah di Indonesia untuk berkompetisi dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026.

“Fokus utama dari penghargaan ini tidak hanya tertuju pada kemegahan skala proyek semata, melainkan pada kedalaman riset, inovasi material, serta sejauh mana karya tersebut memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat luas,” ujar Bugar.

Melalui kolaborasi lintas generasi dengan perguruan tinggi dan arsitek muda, IAI optimis tren desain seperti organik dan curve linear yang menggunakan baja akan semakin berkembang.

Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin arsitektur baja di kawasan Asia Tenggara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan