bogortraffic.com, JAKARTA – Perusahaan properti pelat merah PT Sejahtera Eka Graha (SEG) mengajukan permohonan penyertaan modal negara (PMN) non tunai senilai Rp1,22 triliun untuk melakukan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Light Rapid Transit (LRT) di wilayah Bogor.
Direktur Utama PT SEG, Oktia Hendra, menyatakan bahwa aset PMN yang diminta terdiri dari Aset Tanah Eks PT Kendaga Kencana Indah seluas 150.313 m² dengan nilai wajar sebesar Rp512,1 miliar. Selain itu, ada juga Aset Tanah Eks PT Graha Pakuan Permai dengan luas lahan 6.776 m² senilai Rp25,4 miliar, serta Aset Tanah Perumahan Danau Bogor Raya dengan luas 133.351 m² dan nilai wajar sebesar Rp659,9 miliar.
Dengan aset-aset tersebut, PT SEG akan mengembangkan sejumlah proyek. Di wilayah Lot A, lahan seluas 22.971 m² akan diubah menjadi area Transit Oriented Development (TOD), yang mencakup pembangunan apartemen, lahan parkir, dan stasiun LRT Bogor.
“Sudah kami setting jadi transit oriented development karena kami bikin LRT station, sudah kami plot dengan Pemkot Bogor, sudah kami bikin master plannya 2021 dengan Pemkot Bogor,” ungkap Oktia dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung Komisi XI DPR RI, Selasa (2/7/2024).
Selanjutnya, PT SEG akan mengembangkan area Lot B dengan pembangunan apartemen di lahan seluas 44.000 m². Sementara itu, lahan blok C akan dijadikan area convention center, sport club, dan The Gazebo di lahan seluas 18.107 m².
Sementara Lot D, yang masih bersinggungan dengan BLBI, memiliki luas 6.810 m². Di sisi lain, Lot E akan dibangun area perumahan, mall, rumah sakit, dan universitas.
“Pemberian PMPP untuk lahan (Blok E) ini akan membantu Pemerintah Kota Bogor, karena, itu nanti akan dibangun KM 42,5 di Summarecon. Jadi, orang yang main golf tak perlu muter, langsung keluar masuk di sana,” jelas Oktia.
Dengan PMN tersebut, Oktia optimis bahwa ini akan membawa lonjakan kinerja keuangan bagi perusahaannya. Nantinya, aset SEG diproyeksikan mencapai Rp1,7 triliun pada tahun 2025, naik pesat dari Rp325,01 miliar pada tahun 2023.
Potensi Pengembangan dan Dampak Positif
Pengembangan kawasan terintegrasi LRT di Bogor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan PT SEG, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di wilayah tersebut. Dengan adanya TOD, masyarakat akan lebih mudah mengakses transportasi publik yang efisien, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan polusi.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya tarik investasi di Bogor. Keberadaan fasilitas seperti convention center, sport club, mall, rumah sakit, dan universitas akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat dan mendorong perkembangan ekonomi lokal.
Dengan langkah konkret ini, PT Sejahtera Eka Graha menunjukkan komitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.





