bogortraffic.com, TANGERANG — PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) menargetkan pendapatan perusahaan mencapai sekitar Rp500 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut akan dicapai melalui strategi ekspansi bisnis ke pasar internasional serta penguatan layanan outsourcing dan manpower aviasi.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, mengungkapkan hal tersebut saat paparan perusahaan di Kantor GDPS, kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/2/2026).
“Target tersebut akan dicapai melalui strategi ekspansi bisnis ke pasar internasional serta penguatan layanan outsourcing dan manpower aviasi.” tutur Cornelis.
Tren Kinerja Positif dalam Tiga Tahun Terakhir
Cornelis Radjawane menyampaikan bahwa perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan kinerja perusahaan, pendapatan GDPS meningkat dari Rp323,4 miliar pada 2023 menjadi Rp397,1 miliar pada 2024, dan mencapai Rp494,9 miliar pada 2025.
“Pada 2026 kami menargetkan pendapatan dapat melampaui Rp500 miliar. Target ini sejalan dengan strategi penguatan operational excellence serta pengembangan pasar internasional,” ujar Cornelis.
Ia menjelaskan pertumbuhan tersebut diiringi dengan perbaikan kinerja keuangan perusahaan.
“Dalam dua tahun terakhir, GDPS mencatat peningkatan laba bersih dan EBITDA, serta menargetkan kenaikan margin keuntungan pada 2026.” ujarnya.
Ekspansi Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
Ekspansi internasional menjadi fokus utama GDPS dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.
GDPS melihat peluang besar dari meningkatnya kebutuhan tenaga kerja aviasi dan teknis di berbagai negara.
“Ekspansi internasional menjadi salah satu fokus utama yang mendorong pendapatan. Kami melihat peluang besar atas meningkatnya kebutuhan tenaga kerja aviasi dan teknis di berbagai negara,” tambahnya.
Saat ini, GDPS telah menjalankan sejumlah proyek internasional, termasuk penempatan tenaga kerja di Uni Emirat Arab, Papua Nugini, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India.
“Kerja sama ini akan terus bertambah pada tahun ini karena sudah banyak permintaan dari sejumlah perusahaan di luar negeri,” katanya.
Perluasan Kemitraan dan Peningkatan Tenaga Kerja
Selain ekspansi global, GDPS juga memperluas kemitraan strategis di tingkat nasional. Salah satunya kerja sama dengan PT Aneka Petroindo Raya melalui penyediaan lebih dari 700 tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Perusahaan juga menjalin kerja sama penyediaan layanan outsourcing manajemen di sektor kebandarudaraan.
Seiring dengan ekspansi bisnis, jumlah tenaga kerja yang dikelola GDPS juga mengalami peningkatan signifikan.
Hingga 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan manpower sebesar 44 persen menjadi lebih dari 6.900 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota dengan total 139 proyek.
Cornelis menambahkan, perusahaan akan terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia serta memanfaatkan teknologi guna mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan berkualitas melalui pengembangan SDM unggul serta inovasi teknologi agar GDPS mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.





