bogortraffic.com, SAMARINDA— Penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hijau kini tidak lagi hanya bertumpu pada keahlian fisik di lapangan.
Kementerian Kehutanan melalui unit pendidikan vokasinya resmi menyatakan bahwa SMK Kehutanan Samarinda latih public speaking seluruh peserta didik lewat agenda Stadium General bertema “Berani Bicara, Percaya Diri di Setiap Kesempatan” di Aula Wanagraha, Samarinda, Sabtu (25/7/2026).
Langkah pembekalan soft skills ini menghadirkan mentor dari Youth Young Speaker Samarinda guna mengikis kecanggungan komunikasi para calon penjaga hutan.
”Lulusan SMK Kehutanan masa depan wajib bertransformasi menjadi komunikator yang baik. Di dunia kerja nanti, mereka akan intens berinteraksi dengan elemen masyarakat, korporasi, hingga birokrasi pemerintahan dalam mengelola kawasan hutan. Karena itu, kompetensi public speaking menjadi draf bekal mutlak untuk melengkapi keahlian teknis lapangan mereka,” tegas Kepala SMK Kehutanan Negeri Samarinda, Mukhamad Ari Hidayanto.
Ari menjelaskan, draf kurikulum nonteknis ini dirancang agar para rimbawan muda mampu mengedukasi masyarakat secara persuasif mengenai pentingnya kelestarian alam.
Melalui metode pembelajaran interaktif hulu-ke-hilir, para siswa digembleng menguasai sejumlah materi inti:
- Manajemen Demam Panggung: Teknik taktis mengelola rasa gugup dan olah bahasa tubuh (gesture) di depan umum.
- Struktur Pesan: Menyusun draf gagasan secara sistematis dengan intonasi vokal yang kredibel agar mudah dipahami audiens.
Inovasi penguatan karakter komunikasi ini berjalan selaras dengan draf komitmen Kementerian Kehutanan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang modern dan adaptif terhadap dinamika industri.
Sebelumnya, SMK Kehutanan Negeri Samarinda juga telah draf ditetapkan sebagai sekolah percontohan nasional dalam mengintegrasikan gerakan pramuka Saka Wanabakti ke dalam draf sistem pembelajaran reguler.
Melalui kolaborasi materi teknis dan kecakapan berbicara ini, pemerintah optimistis akan lahir generasi pelestari hutan yang tidak hanya cakap menjaga pohon, melainkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk bersama-sama merawat bentang alam Indonesia.





