bogortraffic.com, JAKARTA— Ketahanan ekonomi makro Indonesia di kancah global kembali mendapat pengakuan kuat di tengah volatilitas pasar finansial.
Lembaga pemeringkat internasional ternama, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, resmi menerbitkan laporan terbaru yang menyatakan bahwa S&P pertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Capaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa kebijakan fiskal dan tata kelola anggaran yang dijalankan pemerintah dinilai berada pada jalur yang tepat (on the right track).
”Pengumuman dari S&P ini memberikan indikasi yang sangat jelas bahwa lembaga internasional yang kredibel, jujur, prudent, dan independen melihat fundamental serta kebijakan ekonomi kita berjalan sangat baik. Hasil ini sekaligus mematahkan draf sentimen negatif dari awal tahun yang mengesankan peringkat utang kita akan diturunkan,” tegas Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 di Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Purbaya menjabarkan bahwa bertahannya peringkat kredit dengan outlook stabil ini tidak terlepas dari langkah diplomasi ekonomi yang agresif.
Pada April 2026 lalu, pemerintah bersama jajaran DPR RI melakukan kunjungan kerja strategis ke Amerika Serikat untuk berdialog langsung dengan para investor global dan lembaga pemeringkat.
Dalam pertemuan tersebut, draf sinergi dan keharmonisan hubungan antara blok eksekutif serta legislatif dipaparkan secara transparan.
Hal ini memberi garansi bahwa seluruh produk undang-undang dan kebijakan ekonomi baru yang dilahirkan akan terus berkesinambungan demi kemakmuran rakyat tanpa melanggar regulasi yang ada.
Dengan adanya rilis resmi ini, Menkeu meminta seluruh pelaku industri dan otoritas keuangan domestik untuk lebih berani menyebarkan sentimen positif ke pasar modal maupun pergerakan nilai tukar rupiah.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga agar draf pengelolaan APBN dikelola secara hati-hati, transparan, dan terhindar dari segala bentuk risiko penyimpangan.
”Dengan adanya kabar baik ini, kita bisa lebih percaya diri menyampaikan indikator positif ke masyarakat luas. Perekonomian kita bersiap untuk terus melaju ke depan. Target kita bukan lagi Indonesia cemas, melainkan bergerak optimistis menuju Indonesia Emas,” pungkas Purbaya.





