bogortraffic.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi utama untuk memperkuat daya saing Perseroan.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah yang besar bagi perekonomian nasional melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kerangka kerja terintegrasi untuk memperkuat fundamental bisnis, efisiensi, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
”BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan,” ujar Hery.
Strategi ini bertumpu pada dua pilar utama: Transform the Funding Franchise (memperkuat dana murah/CASA) serta Revamp Existing Core and Build New Core (memperkuat kredit mikro dan membangun consumer banking).
Efektivitas dari transformasi BRIvolution Reignite langsung tercermin pada performa keuangan solid BRI Group hingga Triwulan I 2026:
- Total Aset: Tumbuh 7,2% secara tahunan (yoy) mencapai Rp2.250 triliun.
- Kredit & Pembiayaan: Meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun.
- Laba Bersih Konsolidasian: Tercatat sebesar Rp15,5 triliun.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Mencapai Rp1.555,1 triliun (tumbuh 9,4% yoy), yang sukses menurunkan cost of fund dari 2,98% menjadi 2,33%.
Fundamental yang kokoh ini menjadi modal kuat bagi BRI untuk memperluas kontribusi pada agenda pembangunan nasional.
Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM. Penyaluran ini didominasi sektor produktif, yakni pertanian (42,68%) dan perdagangan (32,34%).
Selain KUR, BRI memegang peran krusial dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Per Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI menyentuh angka Rp18,39 triliun untuk lebih dari 134 ribu debitur, di mana 97% di antaranya disalurkan lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Di sisi penyediaan hunian, Kredit Program Perumahan (KPP) juga telah terealisasi Rp10,7 triliun.
Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi BUMN bertujuan membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dony menekankan, keberhasilan ini wajib ditopang oleh kepemimpinan yang kuat dan pengembangan SDM yang berkelanjutan.





