bogortraffic.com, FAKFAK – Kelompok mama-mama dan nelayan di kawasan transmigrasi Kampung Sahari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berhasil mendongkrak nilai jual hasil laut.
Lewat pendampingan pengolahan produk turunan, warga kini mampu mengolah ikan bernilai jual rendah seperti ikan sibula menjadi bakso, nugget, kerupuk, abon, hingga sambal ikan.
Peserta pendampingan, Nayu Ohebor, mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka peluang baru bagi perekonomian warga desa.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah bisa mengelola ikan menjadi abon, bakso, nugget, dan kerupuk. Tadinya ikan hanya kami jual utuh atau untuk dimakan. Sekarang kami bisa bekerja mandiri untuk menambah ekonomi rumah tangga”, katanya, Senin (7/9/2026).
Program ini melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin yang mentransfer teknologi tepat guna, termasuk teknik pengemasan steril agar produk bertahan empat bulan di suhu ruang tanpa pengawet.
“Kami melakukan pendampingan intensif kepada warga agar mereka benar – benar dapat melakukan pengolahan hasil laut secara mandiri dan kedepan ini akan menjadi kemandirian ekonomi untuk mereka”, ungkap Ketua TEP Unhas, Kasmiati.
Warga pun berencana meresmikan wadah usaha bersama.
“Insyaallah kami bermusyawarah untuk membentuk satu kelompok usaha permanen dari hasil kegiatan ini. Harapan kami, program seperti ini terus didatangkan ke Kampung Sahari”, ujar Nayu.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai keberhasilan ini membuktikan efektivitas pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal.
“Tidak ada pembangunan di tanah air ini yang one size fits all. Sistemnya harus tailor-made”, ujarnya.
Dukungan pengembangan SDM juga ditekankan oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
“Indonesia Emas 2045 harus tetap menjadi visi kita bersama. Kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kepemimpinan. Perubahan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan mengambil peran aktif dalam pembangunan menuju negara maju, adil, dan sejahtera,” ungkap Menko AHY.
Inisiatif ini turut mencerminkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan berbasis ekonomi desa.
“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Pembangunan harus memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat dari kemajuan ekonomi nasional,” tegas Presiden Prabowo.





