Jadi Blueprint Global, KBRI Beijing Luncurkan Platform Pembelajaran i-CorpU

KBRI Beijing meluncurkan i-CorpU Beijing, platform micro-learning nol rupiah untuk tingkatkan kompetensi layanan keimigrasian staf lokal di Tiongkok.

bogortraffic.com, BOGOR- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing resmi mengimplementasikan Immigration Corporate University (i-CorpU) Beijing pada Jumat (4/9/2026).

Platform pembelajaran digital berbasis micro-learning ini hadir sebagai ekosistem pembinaan kompetensi staf mandiri guna mewujudkan pelayanan keimigrasian yang unggul di luar negeri.

Bacaan Lainnya

​Inovasi ini diinisiasi oleh Atase Imigrasi KBRI Beijing, Herawan Sukoaji, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan 14 BPSDM Kementerian Hukum untuk merespons pesatnya mobilitas WNI serta hambatan operasional staf lokal di Tiongkok.

​Pengembangan i-CorpU Beijing direalisasikan dengan anggaran nol rupiah melalui metode micro-learning fleksibel (5–10 menit) yang menyajikan 6 modul keimigrasian inti, lengkap dengan evaluasi berstandar KKM 85, repositori JDIH, hingga dashboard monitoring real-time.

​Program ini mengantongi dukungan penuh dari Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Selain itu, pelatihan diwajibkan bagi seluruh staf lokal berdasarkan Surat Perintah Kepala Perwakilan RI Nomor 131.ST.IX/2026/IMI.

​Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Beijing, Parulian Silalahi, menekankan pentingnya platform ini untuk memperkuat kapasitas kerja staf di lapangan.

​”i-CorpU Beijing merupakan momentum pembelajaran berharga bagi staf lokal untuk mengasah profesionalisme, meningkatkan pemahaman regulasi, dan menekan potensi human error dalam pelayanan publik, sembari memaksimalkan kepasitas agar dapat ditempatkan di fungsi manapun penugasan diberikan,” tegas Parulian.

​Penerapan i-CorpU Beijing menargetkan pemangkasan waktu penyerapan regulasi baru menjadi maksimal 24 jam, peningkatan pemahaman staf hingga 85 persen, serta penekanan angka human error hingga 50 persen. Program ini dirancang melalui tiga fase roadmap (Agustus 2026–Juli 2028) dan ditargetkan menjadi cetak biru (blueprint) standar pembinaan kompetensi keimigrasian global di seluruh Perwakilan RI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan