Harga Referensi CPO September 2026 Naik Jadi USD 1.007,51 per MT

Kemendag menetapkan Harga Referensi CPO periode September 2026 sebesar USD 1.007,51 per MT, naik 1,10 persen dari bulan sebelumnya.

bogortraffic.com, JAKARTAKementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode 1–30 September 2026 sebesar USD 1.007,51 per metrik ton (MT).

Angka ini naik USD 10,99 atau 1,10 persen dibandingkan periode Agustus 2026 yang sebesar USD 996,52 per MT.

Bacaan Lainnya

​Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyampaikan bahwa kenaikan HR ini berimplikasi pada penetapan tarif Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE).

​“HR CPO periode September 2026 naik dibandingkan periode Agustus 2026. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 148 per MT dan PE CPO sebesar 12,5 persen dari HR CPO periode September 2026, yaitu sebesar USD 125,9389 per MT untuk periode September 2026,” kata Tommy.

​Penetapan HR CPO tersebut dihitung berdasarkan rata-rata harga di Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia, sesuai formula Permendag Nomor 35 Tahun 2025.

​Selain CPO, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas kakao. HR biji kakao periode September 2026 naik 3,89 persen menjadi USD 5.635,76 per MT, yang mendorong kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao menjadi USD 5.271 per MT.

​“HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia. Kenaikan HR dan HPE biji kakao periode September 2026 terjadi karena adanya penurunan produksi sebagai akibat dari serangan hama, cuaca yang buruk sebagai dampak El Nino di kawasan produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat,” terang Tommy.

​Penetapan terbaru mengenai HR dan HPE untuk produk pertanian serta kehutanan ini resmi tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1777 Tahun 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan