Menko AHY Jamin Refund Tiket 100 Persen Akibat Erupsi Krakatau

Menko AHY tinjau Bandara Soekarno-Hatta dan pastikan refund 100 persen bagi 341 ribu penumpang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

bogortraffic.com, TANGERANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung Posko Bersama di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026) sore.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan hak-hak penumpang yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berjalan optimal.

Bacaan Lainnya

​Data terkini menunjukkan sebanyak 2.961 penerbangan mengalami gangguan (2.930 dibatalkan) dengan total 341.411 penumpang terdampak dalam tiga hari terakhir. Guna mengatasi penumpukan, pemerintah menyiapkan 10 bandara alternatif yang beroperasi 24 jam serta angkutan pemandu moda seperti DAMRI dan kereta api.

​“Ini semua membuktikan bahwa kami semua berupaya agar ketika terjadi situasi yang tidak kita kehendaki, tetapi konektivitas masih harus terus dicarikan solusinya dengan pengalihan,” ujar Menko AHY.

​Menko AHY menegaskan bahwa seluruh maskapai dan agen perjalanan (online travel agent/OTA) wajib mengembalikan dana tiket secara utuh tanpa potongan bagi penerbangan yang dibatalkan.

​“Yang pertama, yang refund itu 100 persen harus dikembalikan, baik secara online maupun datang langsung ke bandara. Ini juga sudah disampaikan kepada OTA, Online Travel Agents, untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini,” kata AHY.

​Selain skema pengembalian dana dan transportasi darat lanjutan, pemerintah memberikan relaksasi izin tinggal (overstay) bagi wisatawan mancanegara yang terhambat kepulangannya.

​AHY mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh instansi teknis dan meminta masyarakat tetap memantau informasi resmi secara berkala.

​“Kami semua berupaya agar masyarakat yang terdampak langsung tidak terlalu berat. Informasi atau progres dan update yang bisa disampaikan dari waktu ke waktu mohon agar diikuti oleh masyarakat luas,” ujar Menko AHY.

​“Kita ingin memastikan masyarakat tetap waspada, teredukasi, tetapi tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa. Saya rasa ini adalah tugas kita bersama,” pungkas Menko AHY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan