Indonesia-Australia Dorong Penguatan Rantai Pasok Global

Indonesia dan Australia memulai evaluasi lima tahun perjanjian IA-CEPA lewat pertukaran Stage One Report untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi.

bogortraffic.com, CANBERRA – Indonesia dan Australia resmi memulai proses tinjauan umum (general review) terhadap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Langkah ini ditandai dengan pertukaran Stage One Report atau National Report dari masing-masing negara di Canberra, Australia, pada 27 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

​Laporan tahap pertama ini menjadi pijakan awal untuk mengevaluasi pelaksanaan IA-CEPA selama lima tahun pertama sekaligus mengidentifikasi area kerja sama ekonomi yang dapat diperkuat.

​Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI, Johni Martha, menyerahkan langsung laporan Indonesia kepada First Assistant Secretary and Chief Negotiator DFAT Australia, Ravi Kewalram. Johni mendorong penggunaan pendekatan powerhouse dalam pengembangan IA-CEPA ke depan.

​“Indonesia ingin IA-CEPA memberikan manfaat yang semakin besar bagi kedua negara. Kerja sama selanjutnya perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan perdagangan, tetapi juga investasi, jasa, dan keterhubungan dalam rantai pasok global,” ujar Johni.

​Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut menyoroti isu defisit perdagangan dengan Australia. Menanggapi hal itu, Ravi menekankan pentingnya memandang hubungan perdagangan secara lebih luas melalui keterkaitan nilai pasok dan manfaat ekonomi bersama.

​Selain neraca perdagangan, Indonesia memasukkan sejumlah isu strategis baru dalam Stage One Report, seperti ekonomi digital, mineral kritis, isu lingkungan, hingga ketahanan pangan.

​Pertukaran laporan ini menjadi awal sebelum kedua belah pihak menyusun Stage Two Report atau Joint Report guna memodernisasi cakupan kerja sama IA-CEPA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan