Erupsi Krakatau Lumpuhkan 2.961 Penerbangan, Menko AHY Komitmen untuk Utamakan Keselamatan Penumpang

Menko AHY tinjau Bandara Soekarno-Hatta usai 7 bandara ditutup dan 2.961 penerbangan terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

bogortraffic.com, TANGERANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung Posko Bersama di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026) sore.

Peninjauan ini memastikan penanganan gangguan operasional penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berjalan terkoordinasi.

Bacaan Lainnya

​Menko AHY menyampaikan bahwa pemerintah terus mengawasi dari dekat perkembangan aktivitas vulkanik serta arah pergerakan abu di udara.

​“Sore hari ini saya datang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tadi menyelenggarakan rapat bersama Menteri Perhubungan. Dalam 72 jam terakhir ini kita semua mengikuti dari media maupun media sosial apa yang terjadi, Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi,” ujar Menko AHY.

​Dari delapan bandara yang terdampak, Bandara Pagar Alam telah beroperasi kembali. Sementara tujuh bandara lainnya masih ditutup sementara, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten, Taufik Kiemas, Husein Sastranegara, Budiarto, dan Pondok Cabe.

​Dampak erupsi ini memicu gangguan pada 2.961 penerbangan (2.339 domestik dan 622 internasional) serta memengaruhi perjalanan sekitar 341.000 penumpang. Menko AHY menegaskan setiap kebijakan penutupan merujuk pada standar keselamatan.

​“Yang pertama adalah AirNav ini menyusun NOTAM, Notice to Airmen, yang menunjukkan jika ada hal-hal yang tidak memperkenankan atau melanggar dari SOP yang sudah kita jalankan selama ini terkait dengan keselamatan penerbangan maupun penumpang,” jelasnya.

​Penetapan taksiran risiko penerbangan turut memadukan uji paper test dari BMKG dan panduan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

​“Keselamatan nomor satu. Terkait dengan keselamatan tadi, walaupun mungkin paper test-nya sudah semakin negatif, kecuali Radin Inten masih harus kita kawal, maka kita mengacu pada VAAC tadi,” tegasnya.

​Pemerintah berjanji akan memperbarui NOTAM secara berkala guna merespons dinamika alam secara terukur.

​“Ini semua dalam situasi yang penuh ketidakpastian karena ini alam, tapi kita punya metodologi, punya alat, punya teknologi untuk bisa memitigasi,” ujar Menko AHY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan