Dispora Kabupaten Bogor Hidupkan Olahraga Tradisional di Kabogorfest 2025

Pengunkung Kabogorfest membidik sumpitannya ke target.

bogortraffic.com, BOGOR– Dari ratusan stand yang meramaikan helaran Kabogorfest 2025, salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung adalah stand milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. Pasalnya, stand ini menyuguhkan nuansa berbeda dengan menghadirkan aneka permainan olahraga tradisional, mulai dari katapel (bandring), sumpitan, egrang, terompah panjang, hingga layangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, sekaligus menjadi bentuk nyata upaya pelestarian budaya lokal.

Bacaan Lainnya

“Permainan tradisional ini tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga mengandung filosofi kebersamaan dan ketangkasan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Wahid, Fungsional Perencana Dispora Kabupaten Bogor, Minggu (15/6/2025).

Dispora Kabupaten Bogor menilai bahwa olahraga tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan semangat kebersamaan, sekaligus mempererat tali sosial antarwarga. Dengan menghadirkannya di ajang besar seperti Kabogorfest, diharapkan generasi muda tidak sekadar melihat, tetapi juga terlibat langsung dan mencintai permainan khas daerah.

Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik, seperti bola voli, bola futsal, bola basket, hingga tumbler dan mug eksklusif bagi para pemenang lomba.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Bogor minimal bisa kenal dan menghargai olahraga tradisional yang kita miliki. Ini bukan sekadar bermain, tapi juga bagian dari menjaga identitas budaya kita,” imbuh Wahid.

Inisiatif ini mendapat respons positif dari masyarakat. Abriadi Sitorus, warga Cijujung, Kecamatan Sukaraja, menilai langkah Dispora menghidupkan kembali olahraga tradisional sangat tepat di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Olahraga tradisional ini sebenarnya sangat menarik dan bagus, tapi peminatnya selama ini kurang banyak. Dengan adanya Kabogorfest, kami merasa ada kesempatan bagus untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Abriadi juga berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, agar olahraga tradisional tidak punah dan tetap eksis di tengah masyarakat modern.

“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya menjadi kenangan, tapi juga menjadi bagian dari aktivitas kemasyarakatan yang menyenangkan dan mendidik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan