bogortraffic.com, BOGOR — Pemerintah menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tujuh kecamatan wilayah Bogor Timur sebagai langkah strategis dalam mempercepat proses pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur.
Ketujuh kecamatan yang dimaksud adalah Gunung Putri, Klapanunggal, Cileungsi, Sukamakmur, Jonggol, Cariu, dan Tanjungsari. Ketiganya menjadi fokus penguatan di tiga sektor utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, yang menjadi tolok ukur IPM.
Camat Jonggol, Andri Rahman, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan di wilayah Bogor Timur tengah berupaya maksimal memenuhi indikator-indikator yang menjadi prasyarat pemekaran wilayah.
“Kami pemerintah kecamatan berupaya semaksimal mungkin dari 7 kecamatan di Bogor Timur untuk meningkatkan seluruh bidang yang menjadi nilai penentu. Fokusnya adalah peningkatan IPM, yang meliputi sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Andri, Senin (16/6/2025).
Dalam sektor kesehatan, kata Andri, pembangunan dan peningkatan kualitas Puskesmas menjadi prioritas. Hal serupa juga berlaku untuk infrastruktur dasar seperti jalan penghubung antarwilayah dan ketersediaan fasilitas pendidikan negeri.
“Kalau layanan kesehatan masih kurang, maka harus ditingkatkan. Begitu juga dengan infrastruktur jalan yang belum memadai, dan jumlah sekolah negeri seperti SMP dan SMA yang harus memenuhi rasio ideal di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andri menekankan bahwa IPM menjadi indikator paling penting dalam proses pemekaran wilayah. Menurutnya, IPM mencerminkan kesiapan daerah dari sisi kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
“IPM menjadi nilai paling utama. Karena kemarin diperlihatkan bahwa ada yang tinggi dari sisi ekonomi tetapi rendah dari sisi SDM, atau sebaliknya. Maka keseimbangan tiga unsur IPM ini sangat penting,” tambahnya.
Andri menegaskan bahwa pemekaran wilayah tidak hanya soal pemisahan administratif, tetapi juga kesiapan dari segala aspek, termasuk pemerataan pembangunan antarwilayah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan dorongan peningkatan IPM, tujuh kecamatan di Bogor Timur kini bersiap menjadi wilayah otonom baru yang mandiri, berdaya saing, dan lebih dekat dengan pelayanan publik.






