bogortraffic.com, CIBINONG— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto menorehkan sejarah baru dalam pemenuhan hak dan kesetaraan kaum difabel.
Pemkab Bogor sukses menghadirkan Sentra Olahraga Disabilitas Kabupaten Bogor pelopor pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pembinaan atlet disabilitas secara terstruktur dan profesional.
Melalui wadah SOD ini, para atlet difabel tidak hanya digembleng secara fisik, melainkan difasilitasi penuh dari segi akomodasi harian, jaminan pendidikan di sekolah umum, hingga pendampingan psikologis berkala hulu ke hilir.
”Alhamdulillah, Kabupaten Bogor memiliki SOD yang menjadi pelopor pertama di Indonesia. Di sini, seluruh aktivitas atlet telah diprogramkan secara terstruktur sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Rudy Susmanto atas komitmen anggaran, kebijakan, dan pembinaan makro ini,” ujar Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, Kamis (9/7/2026).
Komitmen nyata Bupati Rudy Susmanto dalam menyetarakan fasilitas olahraga juga dibuktikan dengan pembebasan biaya retribusi penggunaan seluruh sarana olahraga di kawasan Stadion Pakansari untuk latihan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Guna memperkuat ekosistem latihan jangka panjang, Pemkab Bogor bahkan telah mengagendakan proyek infrastruktur baru pada tahun anggaran mendatang:
Pembangunan Wisma Istimewa: Kompleks asrama terpadu yang didesain ramah disabilitas (accessible) sebagai pusat Training Center (TC).
Persiapan Peparda VII Jabar: Menjadi modal utama karantina atlet selama tiga bulan menjelang laga Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kota Bandung pada November mendatang dengan target keluar sebagai Juara Umum.
Sistem pembinaan yang matang di SOD terbukti sukses menelurkan prestasi gemilang di berbagai ajang multievent nasional maupun dunia.
Pada Peparnas 2024 lalu, atlet bumi Tegar Beriman sukses menyumbang 2 emas untuk Jawa Barat, disusul predikat Juara Umum pada Peparpeda 2025.
Bahkan di level internasional, petenis meja putri andalan Kabupaten Bogor, Hamida, sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Para Games dengan menyabet dua medali emas sekaligus pada nomor tunggal putri kelas 8 dan mixed doubles kelas 17.
”Fasilitas yang diberikan pemerintah daerah saat ini jauh lebih inklusif dan meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Wadah ini membuat kami fokus berlatih tanpa beban, sehingga memicu motivasi tinggi untuk menyumbang medali emas bagi Kabupaten Bogor,” pungkas atlet menembak NPCI, Christina Handika Putri.





