Peringati Hari Mangrove Sedunia, 100 Generasi Muda Jaga Ekosistem Mangrove Nasional

Wamenhut Rohmat Marzuki

bogortraffic.com, DENPASAR— Langkah regenerasi tongkat estafet pelestarian benteng hijau pesisir tanah air terus diperkuat di tingkat tapak.

Memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, sebanyak 100 generasi muda jaga ekosistem mangrove melalui aksi penanaman massal di Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Bacaan Lainnya

​Aksi nyata ini diinisiasi oleh Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Seratus pemuda yang diterjunkan merupakan kader binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali yang tergabung dalam Saka Wanabakti serta komunitas Genries.

​”Indonesia adalah rumah bagi ekosistem mangrove terbesar di dunia yang mencakup luas 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total dunia. Menjaga mangrove bukan sekadar melindungi pohon pesisir, melainkan draf investasi nyata untuk melindungi ketahanan iklim, karbon biru, dan masa depan bangsa,” urai Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dalam puncak acara, Senin (27/7/2026).

​Rohmat menegaskan, draf keterlibatan aktif para pemuda di lapangan ini berjalan selaras dengan tema besar “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

Kemenhut berkomitmen mengikis porsi seremonial dengan menggenjot draf edukasi kepemimpinan lingkungan berkelanjutan melalui program Pusgenri.

​Sebagai bentuk penyerahan mandat konservasi hulu-ke-hilir, dilakukan penyerahan draf bibit mangrove secara simbolis kepada perwakilan Genries sekaligus Kader Konservasi Alam BKSDA Bali, I Dewa Ayu Agung Pradnyanita.

​”Saya mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk menjadi pelopor perubahan di garis depan, bukan sekadar menjadi penonton pasif. Aksi menanam hari ini adalah draf benteng perlindungan ekologi mutlak terhadap ancaman abrasi pesisir,” tegas Wamenhut.

​Antusiasme tinggi draf dirasakan langsung oleh para relawan muda di lapangan yang menilai momentum nasional ini sebagai ruang pembuktian kesadaran finansial dan draf kepedulian ekologi yang nyata.

​Selain agenda turun ke lumpur pantai untuk draf menanam bibit, rangkaian peringatan berskala makro ini juga diperkuat dengan sejumlah draf instrumen edukatif guna merangsang kolaborasi multipihak:

  • Bimtek Inovasi: Pelatihan teknis draf pemulihan struktur ekosistem wilayah pesisir secara ilmiah.
  • Diseminasi Informasi: Peluncuran video dokumenter, podcast, sarasehan lintas sektor, hingga draf dialog nasional mengenai tata kelola regulasi mangrove.

​Kementerian Kehutanan optimistis, draf kolaborasi terintegrasi antara sains, kebijakan pemerintah, dan draf keberanian aksi nyata generasi muda ini akan menjaga kredibilitas komitmen iklim Indonesia di mata dunia secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan