bogortraffic.com, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore, 7 Juli 2025, memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah di Kabupaten Bogor, khususnya bagian timur. Menurut laporan BPBD Kabupaten Bogor, bencana terjadi sekitar pukul 22.16 WIB di Kampung Cibugis, Kecamatan Klapanunggal, serta wilayah Jonggol.
“Curah hujan yang sangat tinggi telah memicu banjir dan longsor di beberapa titik di wilayah timur Bogor,” tulis akun resmi Instagram BPBD Bogor, Senin malam (8/7/2025).
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Kota Bogor, dan Depok.
Kondisi ini dipengaruhi oleh: Melemahnya Monsun Australia, yang membuat wilayah selatan Indonesia menjadi lebih lembap dan rawan pembentukan awan hujan dan Pertumbuhan awan konvektif berskala luas di atmosfer.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, termasuk hujan lebat di Jakarta, Kota Bogor, dan Kota Depok,” terang BMKG dalam keterangannya.
Erma Yulihastin, peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, menambahkan bahwa hujan deras di wilayah Jabodetabek disebabkan oleh terbentuknya Mesoscale Convective Complex (MCC) — gugus awan kumulonimbus berskala besar yang menyebabkan curah hujan ekstrem dalam waktu singkat.
“Fenomena MCC menyebabkan curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor di berbagai lokasi,” jelas Erma.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi warga di wilayah rawan bencana seperti Bogor, terutama terkait bencana hidrometeorologi.
Dengan curah hujan yang tinggi dan kelembapan atmosfer yang signifikan, pemerintah daerah bersama masyarakat diimbau untuk: Meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan longsor, khususnya di daerah lereng dan bantaran sungai, Memantau peringatan cuaca dari BMKG secara berkala dan Menyiapkan langkah evakuasi cepat dan logistik darurat.





