bogortraffic.com, TANGERANG – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) secara nyata mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional melalui fasilitasi pendidikan dan pelatihan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program SMK Go Global yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Pada hari ini, Jumat (3/4/2026), bertempat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, melepas keberangkatan tahap pertama 200 orang PMI terampil menuju Jepang. Turut mendampingi dalam prosesi tersebut, Direktur Teknik InJourney Airports, Ristiyanto Eko Wibowo.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menegaskan bahwa keterlibatan perseroan adalah bentuk komitmen pengembangan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di kancah internasional.
“Pengembangan SDM menjadi upaya kita bersama dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, profesional sertai siap kerja di dalam negeri maupun lingkungan internasional. Di dalam pemenuhan bursa kerja luar negeri ini, InJourney Airports mendukung penuh melalui program pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri di negara tujuan,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Program diklat ini berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026, mencakup tahapan seleksi ketat mulai dari pendaftaran, webinar, wawancara, kelas daring, medical check-up, hingga boarding camp ISO Jepang.
InJourney Airports secara khusus memfasilitasi 50 peserta terseleksi melalui program CSR yang berfokus pada peningkatan daya saing.
Pahlevi menambahkan bahwa sebagai bagian dari BUMN, InJourney Airports memegang peran strategis dalam pembangunan nasional.
“Melalui program pendidikan dan pelatihan bagi PMI, InJourney Airports sebagai bagian dari BUMN juga menjalankan peran agent of development,” tegas Mohammad R. Pahlevi.
Pelepasan 200 PMI di Bandara Soekarno-Hatta ini menjadi bukti konkret kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan badan usaha.
Direktur Teknik InJourney Airports, Ristiyanto Eko Wibowo, berharap sinergi ini terus diperkuat untuk mencapai target besar pemerintah di sektor ketenagakerjaan.
“Kolaborasi berbagai pihak ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menempatkan 500.000 pekerja migran Indonesia terampil pada 2026,” ujar Ristiyanto Eko Wibowo.
Melalui persiapan yang matang di bidang bahasa dan pemahaman budaya, para lulusan SMK ini diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga duta bangsa yang profesional di industri Jepang.






