Salurkan 1.400 Paket Rendangmu, Muhammadiyah Dampingi Penyintas Gempa Manggarai Timur

Muhammadiyah salurkan bantuan operasional EMT dan 1.400 paket Rendangmu bagi penyintas gempa bumi di Manggarai Timur, NTT.

bogortraffic.com, MANGGARAI TIMURMuhammadiyah menyalurkan bantuan operasional untuk Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Fixed serta membagikan 1.400 paket makanan kaleng Rendangmu bagi penyintas gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/9/2026).

Penyerahan bantuan terpusat di Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Lamba Leda Utara.

Bacaan Lainnya

​Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Sarjanit, mengapresiasi respons cepat jajaran relawan Muhammadiyah mengingat 2.294 rumah warga rusak parah dan 8.333 jiwa kini berada di pengungsian.

​”Kami benar-benar jatuh pascagempa. Bingung harus ke mana, dan uluran kasih dari Tim Muhammadiyah membangkitkan semangat kami kembali. Terima kasih telah menghapus air mata kami”, ujar Emilianus.

​Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr. Tintin, menambahkan bahwa dari 29 Puskesmas di wilayahnya, sebanyak 12 unit rusak berat. Kehadiran RS Lapangan Muhammadiyah dinilai sangat krusial dalam mempercepat penanganan medis warga.

​”Hadirnya MDMC, EMT Muhammadiyah, serta berbagai universitas dan relawan sangat membantu kami. Layanan Rumah Sakit Lapangan dari EMT membuat kepulihan masyarakat jauh lebih cepat teratasi”, ungkapnya.

​Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, memastikan layanan kesehatan dan pendidikan darurat berjalan berdampingan selama masa tanggap darurat.

​“Bagi kami, kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak boleh berhenti saat bencana. Selain layanan medis, Muhammadiyah bersama Kemendikdasmen juga merancang pembangunan ruang kelas darurat agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan”, pungkasnya.

​Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan komitmen pendampingan jangka panjang hingga tahap rekonstruksi fisik dan sosial selesai.

​”Misi kemanusiaan Muhammadiyah didasari spirit tolong-menolong dalam kebajikan. Menghadapi situasi sulit (aqabah) membutuhkan ketahanan mental dan kerja sama yang kuat. Tim EMT ini dipersiapkan matang bertahun-tahun sesuai standar WHO agar bisa bekerja profesional di mana pun bencana terjadi”, jelas Hilman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan