LazisMu Berhasil Himpun Bantuan Rp6 Miliar hingga Layani Ribuan Penyintas Gempa NTT

Lazismu menghimpun dana bantuan Rp6 miliar dan melayani ribuan penyintas gempa bumi di NTT melalui RS Lapangan dan Posko Kemanusiaan.

bogortraffic.com, JAKARTA – Pasca gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (MDMC) dan Lazismu terus memobilisasi bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Hingga Kamis (3/9/2026), Lazismu mencatat penghimpunan dana infak dan donasi publik mencapai Rp6.099.163.820.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp3,45 miliar telah disalurkan secara bertahap untuk menyokong berbagai klaster penanganan bencana di lapangan.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaan dan tentu terima kasih kepada donatur dan jamaah salat Jumat atas kepercayaannya sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus dilanjutkan,” ujar Barry, Jumat (4/9/2026).

Dalam respons medis, Muhammadiyah menurunkan tim Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed yang berstandar WHO serta memfungsikan RS Lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur. Tim kesehatan ini beroperasi melayani pengungsi bersama Kemenkes RI sejak 17 Agustus 2026.

Hingga saat ini, layanan medis telah menjangkau ribuan pasien dengan beragam keluhan kesehatan, di mana kasus terbanyak didominasi oleh infeksi saluran pernapasan, nyeri otot, serta hipertensi.

Selain penanganan medis, Muhammadiyah telah mendirikan Posko Koordinasi Wilayah di Ende beserta 7 Posko Daerah dan 10 Pos Pelayanan di kawasan terdampak. Bantuan logistik berupa paket makanan kaleng Rendangmu, family kit, school kit, hingga pendirian fasilitas air bersih dan dapur umum turut disalurkan.

Lazismu memastikan komitmen bantuan ini akan terus berlanjut hingga masa pemulihan fisik serta sosial masyarakat.

“Penyaluran dana donasi dan Infak Salat Jumat masih akan terus dilaksanakan untuk melanjutkan respon dan tahapan rehabilitas-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat,” tegas Barry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan