Menkop Yakini 80 Ribu Koperasi Desa Mampu Ciptakan Dua Juta Lapangan Kerja

Menkop Ferry pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) usulan program unggulan pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja, secara daring, di Jakarta, Minggu (14/9).

bogortraffic.com, BOGOR – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, meyakini bahwa lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

“Dengan asumsi, masing-masing memiliki 20 hingga 25 tenaga kerja, maka dapat membuka sekitar 1,6 juta hingga 2 juta lapangan kerja,” ujar Menkop Ferry pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) usulan program unggulan pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja, secara daring, di Jakarta, Minggu (14/9).

Bacaan Lainnya

Dalam rapat yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkop Ferry menjelaskan bahwa saat ini sedang direkrut 1.104 Project Management Officer (PMO) dan 8.000 Business Assistant untuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menkop Ferry menekankan bahwa agar proyeksi penyerapan tenaga kerja ini terwujud, diperlukan kebijakan afirmatif yang konkret.

Beberapa usulan kebijakan yang telah dirumuskan antara lain:

* Penurunan suku bunga pinjaman koperasi di bawah 6% melalui subsidi bunga.

* Pemberian insentif pajak, seperti penurunan PPh badan, yang dapat diberlakukan pada tahun 2026.

Menurut Menkop, kebijakan ini akan menurunkan biaya modal (cost of capital) dan mengurangi risiko stagnasi usaha.

Dengan demikian, koperasi akan memiliki ruang gerak lebih luas untuk memperbesar volume usaha dan penyerapan tenaga kerja.

“Dengan kebijakan afirmatif, akses pembiayaan yang berpihak, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga, Kopdes Merah Putih mampu menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menkop Ferry berharap implementasi kebijakan ini juga disertai dengan mitigasi risiko melalui sinergi kementerian/lembaga terkait, serta mekanisme pengawasan dan penjaminan kredit yang akuntabel.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan