bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa isu lingkungan hidup menjadi fondasi utama dalam berbagai program prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, energi, dan air, hingga perbaikan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Adi Wardojo, dalam acara Kolaborasi Kehumasan Lingkungan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.
Ia menekankan bahwa aspek lingkungan hidup merupakan faktor penting dalam mewujudkan visi dan misi Asta Cita, khususnya yang berkaitan langsung dengan ketahanan dan kedaulatan pangan, energi, serta air.
“Lingkungan hidup adalah fondasi utama dan kepada rekan-rekan kami di Kemenko Pangan, Kemenkes, Badan Gizi Nasional, dan para stakeholder yang lain bahwa program pembaikan gizi dan swasembada pangan mustahil tercapai jika tidak ada tanah yang sehat, jika airnya terkontaminasi, ya tidak akan tercapai untuk ke arah ketahanan pangan,” tuturnya.
Menurut Nur Adi, kondisi lingkungan hidup yang sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Kesuburan tanah dan ketersediaan air bersih menjadi faktor kunci bagi sektor pertanian, sehingga secara langsung menentukan keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian kemandirian pangan tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga ekosistem dan daya dukung lingkungan secara berkelanjutan.
Dorong Dunia Usaha Terapkan Prinsip Keberlanjutan
Dalam kesempatan tersebut, KLH turut menyampaikan pesan kepada dunia usaha agar aktivitas industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Melalui kebijakan fiskal hijau yang dijaga bersama dengan Kementerian Keuangan dan Danantara, maka kita memastikan bahwa investasi di Indonesia ini bukan hanya bermakna secara ekonomi, membawa manfaat secara ekonomi, tetapi juga bisa menjaga ekologi,” katanya.
Selain sektor industri, KLH juga menyoroti pentingnya aspek lingkungan dalam pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang megah dan bernilai besar, menurutnya, hanya akan bertahan apabila lingkungan di sekitarnya terjaga dengan baik.
Kerusakan lingkungan disebut sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya bencana hidrometeorologi, yang berpotensi merusak infrastruktur dan menghambat pembangunan jangka panjang.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan komunikasi lingkungan, KLH berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki kesadaran yang sama bahwa pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup.





