BPS: Realisasi Luas Panen Padi Mei 2026 Turun, Potensi Tiga Bulan ke Depan Diproyeksi Naik

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

bogortraffic.com, JAKARTA— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya koreksi pada sektor pangan utama nasional.

Realisasi luas panen padi BPS 2026 pada bulan Mei tercatat sebesar 0,96 juta hektare (ha), mengalami penurunan tipis sebesar 2,35 persen jika dibandingkan dengan capaian Mei 2025 yang mampu menyentuh angka 0,98 juta ha.

Bacaan Lainnya

​Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penyusutan lahan panen tersebut secara otomatis menekan volume tonase Gabah Kering Giling (GKG).

​Produksi GKG nasional merosot 3,43 persen dari semula 5,09 juta ton pada Mei tahun lalu menjadi 4,92 juta ton pada Mei 2026.

​”Dampaknya, jumlah produksi beras nasional pada bulan Mei 2026 tercatat berada di kisaran 2,84 juta ton, atau turun 3,43 persen dibanding Mei tahun lalu,” urai Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu (1/7/2026).

​Meski performa bulan Mei melambat, BPS optimis pasokan pangan akan kembali pulih di kuartal ketiga.

Berdasarkan metodologi kerangka sampel area, potensi luas panen padi sepanjang Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan meluas hingga 2,88 juta ha, alias naik 1,38 persen secara tahunan (year-on-year).

​Dampak positif dari perluasan lahan paruh waktu tersebut diproyeksikan memicu peningkatan kinerja produksi pangan:

Potensi Produksi Padi (3 Bulan Depan): Menembus 14,61 juta ton GKG (naik 1,18 persen).

Potensi Produksi Beras (3 Bulan Depan): Mencapai 8,42 juta ton (naik 1,17 persen).

​Berbanding terbalik dengan padi, komoditas jagung justru mencatatkan pertumbuhan yang sangat agresif. Realisasi luas panen jagung pada Mei 2026 melesat hingga 22,04 persen menjadi 0,21 juta ha.

​Kondisi ini membuat produksi Jagung Pipilan Kering Kadar Air 14 persen (JPK KA 14%) pada Mei 2026 menyentuh angka 1,18 juta ton, melonjak 19,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​”Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, total produksi JPK KA 14 persen kami catat sudah menembus 7,20 juta ton. Angka ini naik tipis sebesar 2,80 persen jika disandingkan dengan performa Januari-Mei 2025,” pungkas Ateng.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan