Kementerian PU Percepat Pemulihan Ekonomi Nelayan Pidie Jaya

Kementerian PU sukses normalisasi 5,7 km Sungai Krueng Meureudu pascabanjir Pidie Jaya.

bogortraffic.com, PIDIE JAYA – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan hasil nyata. Geliat perekonomian masyarakat, khususnya nelayan, berangsur kembali pulih seiring penanganan darurat Sungai Krueng Meureudu oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Normalisasi sungai yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh secara bertahap berhasil mengembalikan fungsi alur Sungai Krueng Meureudu hingga ke muara. Dampaknya sangat signifikan, perahu nelayan kini kembali dapat melaut dengan aman tanpa terkendala pendangkalan sedimen yang sebelumnya menjadi hambatan utama.

Bacaan Lainnya

Kementerian PU bergerak cepat untuk memastikan fungsi infrastruktur Sumber Daya Air kembali normal serta mengurangi risiko banjir susulan. Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan sedimen, pengangkatan material kayu, normalisasi, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar aliran air kembali lancar.

Menteri PU, Dody Hanggodo, berharap percepatan penanganan infrastruktur pascabencana ini tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana lanjutan, tetapi juga menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

“Kementerian PU berkomitmen terus hadir dalam penanganan bencana di Aceh untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di masa-masa sulit pascabencana,” kata Menteri Dody.

Normalisasi Alur Sungai Sepanjang 5,7 KM

Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Aceh telah melakukan pembersihan material kayu dan pelebaran Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus melindungi infrastruktur jalan dan jembatan di sekitarnya dari ancaman bencana hidrometeorologi.

Saat ini, alur Sungai Krueng Meureudu telah terbuka sepanjang 5,7 km, mulai dari Jembatan Jalan Nasional ruas Meureudu-Batas Pidie Jaya hingga ke muara (kuala).

Dengan kondisi tersebut, sungai sudah mampu mengalirkan debit air hingga kala ulang 5 tahunan. Perahu nelayan yang sebelumnya tertahan akibat pendangkalan material banjir bandang kini sudah dapat keluar dari tambatan dan kembali menuju laut untuk mencari nafkah.

Kementerian PU akan terus memantau kondisi sungai dan infrastruktur pendukung lainnya serta siap melakukan langkah lanjutan untuk penanganan jangka panjang.

Dengan pulihnya fungsi Sungai Krueng Meureudu, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Pidie Jaya dapat kembali berjalan normal secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana serupa di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan