Kementerian PU Bangun Pengaman Pantai Lampu Satu Merauke

Kementerian PU Bangun Pengaman Pantai Lampu Satu Merauke

bogortraffic.com, MERAUKE— Langkah proteksi wilayah pesisir di beranda paling timur Nusantara terus dikebut secara berkelanjutan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) resmi memperpanjang proyek infrastruktur penyelamatan lingkungan dengan melanjutkan agenda di mana Kementerian PU bangun pengaman Pantai Lampu Satu Merauke, Papua Selatan.

Bacaan Lainnya

​Intervensi fisik ini mendesak dilakukan untuk membentengi permukiman warga serta menyelamatkan sumber air bersih lokal dari ancaman abrasi ekstrem dan intrusi air laut.

​”Pengamanan pesisir pantai merupakan salah satu program prioritas Kementerian PU. Pembangunan struktur pengaman ini bertujuan untuk melindungi seluruh aset strategis, fasilitas sosial, dan pemukiman masyarakat di kawasan pesisir dari risiko destruktif akibat banjir rob, abrasi, serta erosi tanah,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).

​Kondisi geografis Pantai Lampu Satu saat ini telah masuk dalam zona perhatian serius pemerintah.

Proses degradasi lahan di kawasan tersebut tergolong masif, di mana hempasan ombak telah mengikis daratan dan menggeser garis pantai hingga sejauh 100 meter di beberapa titik krusial.

​Merespons kedaruratan tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke sebenarnya telah menggulirkan program penanganan bertahap sejak tahun 2022. Hingga periode awal tahun ini, benteng pelindung sepanjang 639 meter telah sukses didirikan di lapangan.

​Plt. Direktur Sungai dan Pantai DJSDA Kementerian PU, Dian Alma’ruf, saat mendampingi Dirjen SDA Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, memaparkan detail teknis kelanjutan proyek strategis sepanjang tahun anggaran 2026:

Target Tambahan: Pembangunan struktur tanggul pengaman baru sepanjang 120 meter.

Alokasi Anggaran: Negara mengucurkan dana penguatan fisik senilai total Rp8 miliar.

Teknologi Konstruksi: Memakai susunan revetment kubus beton bertulang ukuran 60x60x60 cm dan 30x30x30 cm, yang diperkuat dengan lapisan geotekstil sebagai fondasi penahan pergeseran tanah.

​Pembangunan struktur masif ini diharapkan tidak hanya menjadi perisai dari hantaman gelombang laut, melainkan juga menjaga kualitas air tawar tanah di Merauke agar tidak tercemar oleh resapan air laut (intrusi) yang dapat merugikan sanitasi harian warga sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan