bogortraffic.com, KOTA BOGOR— Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat memitigasi meluasnya dampak kemarau ekstrem di wilayah pemukiman.
Bagi seluruh masyarakat yang mulai terdampak kekeringan, kini telah disediakan layanan pengaduan darurat hulu-hilir dengan menghubungi nomor hotline BPBD Kota Bogor krisis air guna mendapatkan pasokan air bersih gratis secara instan.
Langkah respons cepat ini sengaja dibuka secara transparan agar mobilisasi armada truk tangki air milik pemerintah bisa langsung meluncur ke titik koordinat warga yang membutuhkan tanpa birokrasi berbelit.
”Masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih mandiri bisa langsung menghubungi saluran siaga Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bogor di nomor 0888-0911-2569. Personel kami siaga untuk segera mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, di Balai Kota Bogor, Senin (13/7/2026).
Selain melalui saluran telepon seluler reguler di atas, BPBD juga tetap membuka posko koordinasi berjenjang di tingkat terbawah untuk mempermudah warga yang tidak memiliki akses ponsel pintar.
Jalur Alternatif: Warga bisa melapor secara kolektif kepada pengurus RT atau RW setempat.
Koordinasi Wilayah: Aparat RT/RW akan meneruskan draf data kebutuhan unit tangki air langsung ke kecamatan untuk dijadwalkan pengirimannya secara massal.
Dimas mengingatkan masyarakat untuk mulai menerapkan strategi penghematan air secara ketat sejak dini.
Berdasarkan basis data prakiraan cuaca makro, wilayah Kota Bogor diprediksi akan memasuki fase intensitas curah hujan yang sangat rendah terhitung mulai Juli hingga September mendatang.
Warga diimbau memanfaatkan tandon atau wadah penampungan air secara maksimal guna mengantisipasi penurunan debit sumur bor yang lebih parah.
”Kami meminta warga untuk tetap waspada menghadapi puncak musim kemarau ini. Jaga kesehatan fisik di tengah cuaca terik, hemat penggunaan air bersih, dan mari saling peduli dengan tetangga sekitar jika ada yang mulai kekurangan air,” pungkas Dimas.





