bogortraffic.com, BOGOR— Masalah pembuangan limbah domestik secara liar kembali memicu ancaman banjir hidrometeorologi.
Aliran Kali Baru yang melintasi kawasan strategis Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan lumpuh total akibat sumbatan makro volume sampah sumbat Kali Baru Bogor yang diperkirakan mencapai kapasitas 50 hingga 60 armada truk angkut.
Merespons kondisi darurat lingkungan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pembersihan intensif sejak Jumat (10/7/2026).
”Kami mendeteksi adanya sumbatan parah pada aliran air akibat volume sampah domestik yang menumpuk sangat masif. Berdasarkan kalkulasi tim lapangan, proses evakuasi hulu-hilir ini diperkirakan membutuhkan waktu penanganan kontinu selama dua hingga tiga hari ke depan menggunakan puluhan armada truk,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, Sabtu (11/7/2026).
Ajat menegaskan bahwa penanggulangan masalah pencemaran air ini tidak akan pernah selesai jika tidak ada perubahan perilaku radikal dari masyarakat.
Kebersihan ekosistem sungai merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga dari wilayah hulu agar tidak merugikan kawasan hilir.
Masyarakat, khususnya yang mendiami sepanjang bantaran sungai, diimbau keras untuk menghentikan kebiasaan buruk menjadikan aliran air sebagai tempat pembuangan sampah akhir.
”Aliran air itu bergerak dinamis dari hulu ke hilir. Jika ada warga di hulu yang membuang limbah, maka dampak kerusakannya akan terakumulasi di hilir seperti sumbatan di Jalan Raya Bogor ini. Kami mengajak seluruh elemen warga bersama-sama merawat kebersihan sungai dan disiplin mengelola sampah,” tambahnya.
Aksi pembersihan Kali Baru ini bukan sekadar penanganan pascabencana biasa, melainkan terintegrasi langsung dengan proyek strategis penataan koridor utama Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Selain fokus pada normalisasi debit air sungai, Pemkab Bogor secara paralel tengah mengeksekusi penataan keindahan kota berupa:
Revitalisasi Trotoar: Memperbaiki fasilitas pedestrian agar ramah bagi pejalan kaki.
Estetika Jalur: Menertibkan dan merapikan elemen-elemen visual di sepanjang jalan yang selama ini dinilai kumuh dan mengurangi estetika.
”Semua instrumen dan objek yang membuat koridor utama Jalan Raya Bogor kurang estetik akan kami tata total secara bertahap. Target kami adalah mewujudkan kawasan koridor yang jauh lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi mobilitas masyarakat,” pungkas Ajat.





