bogortraffic.com, KITA BOGOR— Dampak kemarau ekstrem mulai memicu krisis air bersih di kawasan permukiman padat penduduk. Fenomena kekeringan melanda Kedung Halang Bogor, tepatnya di wilayah RT 04/RW 04, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (13/7/2026).
Akibatnya, puluhan rumah tangga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan harian.
Kondisi gersang tersebut dipicu oleh menyusutnya debit sumber mata air alami dan mengeringnya sumur-sumur galian milik warga di area terdampak.
”Krisis air bersih akibat kekeringan di wilayah tersebut terdata berdampak langsung pada sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK). Sumber air utama mereka sudah tidak lagi mengeluarkan air akibat cuaca terik,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, Senin (13/7/2026).
Merespons kedaruratan di lapangan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment sekaligus mobilisasi bantuan logistik cair.
Guna meredam dampak kekeringan darurat hulu-hilir, petugas menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter menggunakan armada truk tangki untuk dibagikan secara merata kepada warga yang telah mengantre dengan jeriken dan ember.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meminta seluruh elemen masyarakat yang mulai mengalami kendala krisis air untuk bersikap proaktif.
Pemkot Bogor menyediakan kanal pengaduan cepat agar intervensi bantuan bisa langsung disalurkan tanpa birokrasi yang rumit.
Kanal Laporan: Warga dapat melapor secara mandiri melalui aplikasi resmi SiBadra atau berkoordinasi langsung dengan aparat RT/RW dan kelurahan setempat.
Instruksi Wilayah: Lurah dan camat diinstruksikan aktif menyisir area rawan kekeringan tanpa harus menunggu keluhan dari warga.
”Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus hadir di tengah kesulitan warga. Kami berkomitmen memberikan solusi cepat, baik berupa pasokan air tangki untuk jangka pendek maupun pemetaan jaringan pipa PDAM untuk mitigasi jangka panjang,” tegas Jenal di Balai Kota Bogor.





