Bantu Ekonomi Warga Rentan, Program Padat Karya di Cilendek Resmi Digulirkan

Anggota DPRD Kota Bogor Dody Hikmawan menghadiri pembukaan Program Kerja Sementara Padat Karya Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dok. DPRD Kota Bogor

bogortraffic.com, BOGOR— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD terus menekan kurva pengangguran melalui penguatan ekonomi kerakyatan.

Salah satu langkah konkret di lapangan dibuktikan lewat realisasi Program Padat Karya Cilendek Barat Bogor yang berlokasi di Kantor Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.

Bacaan Lainnya

​Program stimulus ekonomi ini merupakan perwujudan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, M. Dody Hikmawan, dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

​”Melalui program ini, DPRD dan Pemkot Bogor hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengurai kendala finansial warga. Kami berharap proyek kerja sementara ini tidak hanya menyuntikkan tambahan pendapatan bagi keluarga, tetapi juga sekaligus menjaga ekosistem lingkungan sekitar agar lebih bersih dan tertata,” ujar M. Dody Hikmawan saat meninjau lokasi kegiatan.

​Agenda padat karya yang telah tuntas dilaksanakan selama 10 hari (17-27 Juni lalu) ini menyasar langsung klaster masyarakat rentan. Sebanyak 100 warga Kelurahan Cilendek Barat yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kelompok Desil 1 hingga Desil 5 dilibatkan secara aktif.

​Selama masa bakti kerja sementara tersebut, setiap peserta mendapatkan kompensasi stimulus berupa upah tunai sebesar Rp120 ribu per hari guna menopang kebutuhan pokok rumah tangga.

​Kepala Disnaker Kota Bogor, Adi Novian, memaparkan bahwa intervensi kebijakan padat karya di tingkat kelurahan sangat krusial mengingat tantangan ketenagakerjaan di Kota Hujan masih cukup dinamis.

Data Pengangguran: Saat ini tercatat masih ada lebih dari 48.000 warga Kota Bogor yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Sinergi Lintas Sektor: Proyek ini mengintegrasikan fungsi jaminan sosial dari Dinsos, pengelolaan sampah dari DLH, serta pengawasan wilayah dari aparatur Kecamatan Bogor Barat.

​”Program berbasis komunitas ini menjadi bagian dari strategi makro daerah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Melihat tingginya angka pencari kerja, Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus meluncurkan program jaring pengaman sosial serupa yang memberikan dampak instan dan manfaat langsung di akar rumput,” pungkas Adi Novian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan